Muhammadiyah Kutuk Penyerangan Gereja St Lidwina

Faisal Abdalla    •    Senin, 12 Feb 2018 21:52 WIB
penyerangan
Muhammadiyah Kutuk Penyerangan Gereja St Lidwina
Halaman depan Gereja Santa Lidwina Bedog Sleman. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Jakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengutuk serangan brutal jamaat Gereja ST Lidwina, Gamping, Sleman Yogyakarta. Haedar meminta, aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. 

"Muhammadiyah mengecam keras perbuatan teror tersebut, apapun alasan dan siapapun pelakunya. Jangan biarkan tindakan nista tersebut terulang dan semua pihak tidak boleh mentoleransi sedikit pun perbuatan yang dilarang semua agama dan hukum tersebut," kata Haedar dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin 12 Februari 2018.

Haedar mengatakan, kasus serupa juga pernah terjadi di Jawa Barat, dimana seorang ustaz meninggal dunia dan satu lainnya terluka parah akibat dianiaya orang tidak dikenal. Menurut dia, semua kasus kekerasan terhadap pemuka agama harus dituntaskan tanpa pandang bulu.

"Ungkap siapa pelaku dengan motif dan tujuan yang sesungguhnya dari peristiwa yang menimbulkan teror keji dan menakutkan bagi tokoh dan umat beragama di negeri ini," kata Haedar. 

Haedar mengimbau, semua pihak untuk tidak berspekulasi terkait aksi keji tersebut. Dia meminta, masyarakat memberi waktu kepada aparat mengusut kejadian itu.

"Kepada semua pihak diharapkan untuk tidak tergesa mengembangkan opini-opini dangkal dan bias atas peristiwa-peristiwa yang menimpa tokoh dan umat beragama tersebut," ujar dia.

"Apakah tindakan keji tersebut ada kaitan dengan intoleransi dan radikalisme beragama atau bentuk lain dari perbuatan-perbuatan kriminal keji atau berlatar-belakang politis dan sebagainya," pungkas Haedar.


(JMS)