Panglima TNI Jahili Kapolri, KSAD dan KSAL

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 20 Dec 2017 13:07 WIB
panglima tni
Panglima TNI <i>Jahili</i> Kapolri, KSAD dan KSAL
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono dan KSAL Laksamana Ade Supandi bergaya di depan Sukhoi - Medcom.id/Lukman Diah Sari.

‎Jakarta: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membawa Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAD Jenderal Mulyono dan KSAL Laksamana Ade Supandi bermanuver dengan pesawat Sukhoi. Hadi sengaja menyiapkan kejutan buat ketiganya. 

Mula-mula, kata Hadi, kejutan dilakukan ketika berkeliling di udara. Ketiganya diajak merasakan saat Sukhoi bertempur dengan pesawat musuh di udara. 

"Kita laksanakan exercise 2 v 2, 2 lawan 2 di udara, adalah exercise yang biasa kita lakukan apabila kita melakukan intersect (memotong) pesawat-pesawat musuh dan itu pun dikendalikan radar yang ada di bawah atau ground control intersection," kata Hadi di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 20 Desember 2017.

Hadi menginisiasi kegiatan ini dalam rangka pemberian Brevet Wings, tanda penerbang kehormatan kepada Kapolri, KSAD, dan KSAL. Mereka menaiki empat pesawat yang didatangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, khusus untuk acara hari ini.

Sekitar 30 menit berada di udara, keempat pesawat Sukhoi mendarat mulus di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan mengenakan seragam penerbang TNI Angkatan Udara.

Kejutan juga diberikan saat Sukhoi mendarat. Pengereman dilakukan menggunakan drag chute, sebuah komponen pesawat berbentuk payung yang terletak di ekor pesawat. Komponen ini fungsinya untuk menurunkan laju pesawat setelah mendarat alias berfungsi untuk pengereman. 

"Saya yakin Kapolri, KSAD dan KSAL merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi terutama saat mendarat. Saya yakin beliau bertiga tidak expect kalau ngerem-nya pesawat menggunakan drag chute. Sehingga semuanya saya yakin bertiga kaget semua," tutur Hadi sembari tertawa. 

Hadi mengaku sedari awal sengaja merencanakan kejutan-kejutan itu. Dia ingin membikin ketiganya punya pengalaman tak terlupakan. 

"Biar bisa merasakan sensasinya," tandas dia. 
 


(REN)