Stephen Langitan Mulai Solo Ride Adventure Jakarta-London

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 25 Mar 2018 12:31 WIB
lalu lintas
Stephen Langitan Mulai <i>Solo Ride Adventure</i> Jakarta-London
Pelepasan Solo Ride Adventure Jakarta-London pemotor tunggal Stephen Langitan. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Jakarta: Pemotor tunggal Stephen Langitan mengawali aksi solo ride adventure mengendarai sepeda motor dari Jakarta menuju London, Inggris. Dalam perjalanan sejauh 30 ribu kilometer itu, dia akan menyuarakan pesan persaudaraan, perdamaian, serta pelopor keselamatan kepada dunia.

Aksi Stephen didukung pemerintah melalui serangkaian acara pelepasan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi, dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke turut hadir di lokasi.

"Misi ini juga untuk menginspirasi anak muda bangsa supaya tetap disiplin dan mempunyai mimpi dan tekad yang kuat," kata Stephen, di Gedung Kemenhub, Minggu, 25 Maret 2018.

Stephen akan mengendarai sepeda motor Kawasaki Versys 250. Dia akan melewati 26 negara, termasuk sejumlah kota besar, terhitung 25 Maret 2018 hingga 145 hari ke depan. Targetnya, dia akan mengibarkan bendera pusaka merah putih di London tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2018.

Mewakili Menteri Pehubungan, Budi Setyadi mendukung aksi yang dilakukan Stephen. Budi yakin Stephen dapat mempertanggungjawabkan misinya yang diembannya untuk dunia. Budi juga berpesan agar Stephen menyampaikan pesan-pesan keselamatan berkendara di negara-negara yang dilintasinya.

"Saya percaya Stephen punya kualifikasi dalam perjalanan juga harus menggunakan peralatan keselamatan. Kita harapkan bisa memberi semangat WNI dan warga negara lain bahwa keselamatan berlalu lintas itu penting," kata dia.

Sehubungan dengan hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa pun berpesan agar Stephen dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. Apalagi beberapa negara tengah dilanda konflik. 

Royke pun menyerahkan sebuah rompi antipeluru miliknya untuk menunjang keselamatan Stephen. "Memang yang rawan negara Pakistan ya. Rawan desingan peluru, untuk itu saya kasih rompi antipeluru. Tetapi dipakai di Pakistan saja ya, karena ini rompi panas," tukas Royke.


(OGI)