Karakteristik Serangan di Mapolda Riau Mengacu ke JAD

   •    Rabu, 16 May 2018 12:40 WIB
terorismeTeror di Mapolda Riau
Karakteristik Serangan di Mapolda Riau Mengacu ke JAD
Sejumlah petugas kepolisian bersiaga pascaterjadi penyerangan di Polda Riau, Pekanbaru, Riau. (Foto: ANTARA/FB Anggoro)

Jakarta: Pengamat Terorisme Ridlwan Habib menduga serangan di Mapolda Riau adalah ulah Jaringan Ansharud Daulah (JAD). Ciri khas serangan JAD selalu detail, simultan, mendadak, dan dengan senjata seadanya.

"Dari foto-foto yang beredar diduga kuat (pelaku dari) kelompok JAD," kata dia melalui sambungan telepon dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 16 Mei 2018.

Menurut Ridlwan serangkaian aksi teror yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, dan serangan di Mapolda Riau saling berkaitan.

Hal ini dipicu oleh kemarahan kelompok teroris yang tidak terima kerusuhan di Mako Brimob berakhir dengan menyerahnya narapidana terorisme di tangan polisi. 

"Ini semacam kompetisi menunjukkan eksistensi dan kemampuan menggetarkan lawan. Mereka berupaya menunjukkan taring bahwa mereka tidak lembek dengan melakukan serangan," ungkap Ridlwan. 

Ridlwan mengatakan saat ini mengemuka pembicaraan di kalangan kelompok terorisme bahwa Aman Abdurrahman begitu mudah menyerah saat terjadi kerusuhan di Mako Brimob. Menyerahnya para narapidana teroris di Mako Brimob memancing reaksi keras dari anggota yang lain.

Ketidakpuasan atas apa yang dilakukan Aman Abdurrahman diduga menjadi pemicu banyaknya serangan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Karenanya, dia menilai polisi perlu mendirikan crisis center lantaran serangan sudah menyebar luas.

"Kalau intelijen Densus 88 punya data, tangkap saja dulu semua sel di kota-kota yang terindikasi. Walaupun belum tentu melakukan. Saya khawatir serangan di Surabaya dan Riau menginspirasi sel yang belum bergerak," jelas dia.




(MEL)