Secara Astronomi Awal Ramadan Jatuh pada 17 Mei

   •    Selasa, 15 May 2018 12:43 WIB
Ramadan 2018
Secara Astronomi Awal Ramadan Jatuh pada 17 Mei
Ilustrasi-- Petugas Badan Hisab Rukyat meneropong posisi hilal (bulan) untuk menentukan 1 Ramadhan di Pantai Tajung Bunga, Makassar, Sulsel. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda)

Jakarta: Lembaga Perbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut secara astronomi awal Ramadan 1439 hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018.

Hasil ini didapatkan dari perhitungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan sejumlah organisasi Islam secara umum.

"Secara umum datanya sama menyatakan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Magrib hari ini masih di bawah ufuk. Dari pertimbangan itu kemungkinan besar hilal tidak akan terlihat," ujar Kepala Lapan Thomas Djamaluddin dalam Metro Siang, Selasa, 15 Mei 2018.

Meski hilal diprediksi tidak akan tampak, Thomas mengatakan bagi para pengamal rukyat pengamatan hilal tetap harus dilakukan. Hal ini akan dijadikan sebagai landasan bagi pemerintah dalam sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan.

Thomas menambahkan dengan tidak terlihatnya hilal pada Magrib nanti, jumlah hari dalam bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal. 

"Setelah diistikmalkan, 1 Ramadan akan jatuh pada 17 Mei. Tapi keputusannya tetap kita tunggu pada sidang isbat nanti," kata dia.




(MEL)