Menteri Yohana Utus Staf ke RS Mitra Keluarga Kalideres

Husen Miftahudin    •    Senin, 11 Sep 2017 12:07 WIB
fasilitas kesehatan
Menteri Yohana Utus Staf ke RS Mitra Keluarga Kalideres
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise--MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menyesalkan kematian bayi Tiara Deborah Simanjorang. Deborah mengembuskan napas terakhir diduga karena telat ditangani di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

"Bilamana ada jenis kekerasan dilakukan kepada anak-anak, kita pasti miris dengan keadaan seperti itu dan sedang kami tindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait," kata Yohana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Yohana bakal memberi teguran pada rumah sakit yang tidak memerhatikan anak. Dia juga berharap masyarakat proaktif melaporkan kasus serupa, sehingga bisa meminimalisasi kasus penelantaran terhadap anak.

"Juga tetap membuka ‎komitmen bekerja sama dengan masyarakat, bilamana melihat hal-hal itu terjadi bisa secepatnya melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak-anak) di kepolisian dan juga P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak)," tuturnya.

Yohana sudah mengirimkan staf ke RS Mitra Keluarga untuk menyelidiki penyebab dugaan penelataran bayi Deborah. Penyelidikan lebih kepada dugaan pelanggaran yang dilakukan rumah sakit tersebut.

"Ini sedang diproses karena setiap anak punya hak untuk hidup dan hak untuk diperhatikan. Bilamana terdapat setelah diselidiki melakukan dan melanggar undang-undang tersebut, maka akan dikenakan pidana," tegas Yohana.

Baca: Bayi Deborah Meninggal dalam Dingin

Nyawa bayi Deborah melayang diduga akibat persoalan administrasi. Selama 7,5 jam bayi Deborah terkatung-katung sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, Minggu 3 September 2017.

Peristiwa nahas ini terjadi saat bayi Deborah mengalami sesak nafas pada pukul 02.30 WIB, Minggu 3 September. Deborah yang terus batuk membuat kedua orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang langsung membawa Deborah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Baca: RS tak Boleh Meminta Uang Muka dalam Keadaan Darurat

Karena keadaan Deborah yang sudah memburuk, dokter jaga saat itu, dr. Iren meminta Deborah untuk dibawa ke ruang perawatan intensif khusus bayi (pediatric intensive care unit/PICU) agar perawatannya maksimal. Henny dan suamiya diminta membayar uang muka perawatan PICU sebanyak Rp19,8 juta.

Karena kejadiannya tiba-tiba, mereka tak memiliki uang sejumlah itu. Keduanya lantas menunjukkan kartu BPJS Kesehatan berharap bayi Deborah ditangani dulu. Namun, RS Mitra Keluarga Kalideres menyatakan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Permintaan mereka ditolak.

Henny dan Rudianto yang hanya memiliki uang Rp5 juta memohon agar anaknya ditangani dulu. Mereka berjanji akan melunasi uang yang diminta begitu matahari terbit.

Pukul 06.00 WIB, kondisi Deborah semakin menurun. Ia masih di ruang IGD. Selama 17 menit berselang, Henny mem-posting kegalauannya di akun Facebook. Beberapa temannya merespon. Ada yang menyarankan untuk dibawa ke RS Tangerang.

Di sela itu, Henny juga berselancar mencari rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dan memiliki fasilitas PICU. Henny juga meminta sahabatnya, Iyoh, untuk mengecek ke Rumah Sakit Koja.

Pukul 09.00 WIB, dr. Irfan--dokter jaga pengganti dr. Iren--menemui Henny-Rudianto. Mengabarkan jika kondisi Deborah memburuk. Wajah Deborah pucat dan badannya dingin. Sejam berselang, Deborah meninggal.

Pihak RS Mitra Keluarga Kalideres membantah menelantarkan bayi Deborah. Mereka menyatakan sudah berupaya maksimal untuk menolong Deborah.


(YDH)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

3 hours Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA