Vaksin Palsu Ditemukan Berlabel Resmi Kemenkes

Nur Azizah    •    Selasa, 28 Jun 2016 14:34 WIB
pemalsuan vaksin
Vaksin Palsu Ditemukan Berlabel Resmi Kemenkes
Vaksin palsu berlabel resmi Kementerian Kesehatan. Foto: MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia menerima laporan ada vaksin palsu yang berlabel Kementerian Kesehatan. Vaksin itu dilaporkan salah satu pasien rumah sakit pada April 2014.
 
Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia Marius Widjajarta mengatakan, vaksin palsu berlabel resmi Kemenkes RI adalah vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG).
 
Marius yakin vaksin BCG itu palsu saat melihat tanggal kadaluarsa yang ada di kemasan dan di botol vaksin berbeda. Tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan tercantum Desember 2014.
 
"Sementara pada botol vaksin, tanggal kadaluarsa bulan Maret 2014. Lalu, nomor registrasinya juga berbeda. Saya pernah melaporkan ini tapi tidak ada tanggapan," kata Marius di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016)
 
Ia menduga penyebaran vaksin palsu sudah tersebar ke seluruh Indonesia.  Sebab, tersangka sudah melakukan aksinya sejak 2003.
 
"Vaksin palsu ini menyangkut keselamatan jiwa manusia. Ini seperti pembunuhan tenang karena anak tidak punya imunitas," ujarnya.
 
Ia meminta pemerintah mengawasi peredaran vaksin palsu dari hulu hingga hilir. Bagaimana pun, kata Marius, tidak akan ada vaksin palsu bila Badan Pengawas Obat dan Makanan mengawasi pembuatan dan distribusi dengan ketat.
 
"Selama ini, laporan produksi dan distribusi banyak yang kosong. Misalnya bahan baku satu kilogram menjadi 100 kapsul, lalu dibuatnya di mana dan disebar ke mana. Itu harus ada laporannya," kata Marius.


(FZN)