Vaksin Kanker Serviks Dijamin tak Sebabkan Menopause

Nur Azizah    •    Senin, 28 Nov 2016 12:38 WIB
kanker serviks
Vaksin Kanker Serviks Dijamin tak Sebabkan Menopause
Seorang siswi SMA mendapatkan vaksin kanker serviks -- ANT/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjamin vaksin Human Pamillomavirus (HPV) aman bagi kesehatan. Vaksin untuk kanker serviks itu tidak akan menyebabkan menopause.

"Menopause tidak terjadi pada remaja. Sampai saat ini, tidak ada bukti vaksin HPV menyebabkan menopause," kata Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

(Baca: Dinkes akan Kawal Distribusi Vaksin Kanker Serviks)

Hal senada diungkapkan ahli kebidanan Andrijono. Menurutnya, efek samping vaksin HPV hanya menyebabkan sakit di bagian tubuh yang terkena suntikan.

"Kalau badan panas, itu relatif," ujarnya.

Andrijono menegaskan, vaksin HPV tidak menyebabkan wanita remaja berhenti menstruasi. Lagi pula, tidak ada satu pun bukti dari penelitian yang menunjukan dampak tersebut.

"Vaksin ini tidak mengandung virus. Tapi, mengandung kulit virusnya. Jadi, tidak ada infeksi virus," ungkapnya.

Ia berharap, isu mengenai dampak HPV segera meredam agar Indonesia bisa melanjutkan program tersebut menjadi program vaksin nasional. Di Indonesia, baru DKI Jakarta yang menjalankan program vaksin HPV.

"Jakarta menjadi percontohan. Semoga tahun depan bisa menjadi program nasional, agar jumlah penderita kanker serviks bisa menurun," harapnya.

(Baca: Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Imunisasi)

Kanker serviks adalah penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Setidaknya, ada 33 wanita meninggal setiap harinya karena virus Human Pamillomavirus.


(NIN)