Siswa Hilang Diduga Terseret Tsunami

14 Guru dan 33 Siswa Hilang Pascabencana

Intan Yunelia    •    Selasa, 09 Oct 2018 19:16 WIB
Gempa Donggala
14 Guru dan 33 Siswa Hilang Pascabencana
Anak pengungsi belajar di tenda darurat, di pengungsian lapangan Watulemo, kantor Walikota Palu, Selawesi Tengah, MI/Ramdani.

Jakarta:  Pemerintah akhirnya merilis data jumlah korban di lingkungan pendidikan pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.  Sebanyak 333 unit sekolah darurat dengan kapasitas tujuh ruang sedang dipersiapkan, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan kembali.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, sebanyak 22 orang guru meninggal dunia, 14 guru hilang dan 2 guru rawat inap akibat bencana di Sulteng.  Sedangkan data siswa yang menjadi korban, sebanyak 22 orang siswa meninggal dunia, 33 orang siswa hilang, dan satu orang siswa luka berat.

"Kemungkinan banyak siswa yang terseret tsunami, saat mengikuti gladi resik Festival 
Palu Nomoni, dan ada Bible Camp.  Mereka terhisap lumpur di Jono Oge Kabupaten Sigi," sebut Sutopo, di Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemendikbud menyiapkan skenario merekrut sarjana pendidikan berstatus fresh graduate, untuk mengisi kekosongan guru pascabencana di Sulawesi Tengah.  Meski diperkirakan banyak guru dan siswa menjadi korban, baik meninggal maupun hilang, namun hingga kemarin kemendikbud belum merilis data tersebut.

Dari sumber data yang sama, diketahui 186 ribu peserta didik dari 1.724 satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK terganggu layanan Pendidikannya.  Sutopo merinci, 422 unit fasilitas pendidikan rusak (5 unit PAUD, 205 SD, 45 SMP, 89 SMA, 74 SMK dan 
4 SLB).  

"Fasilitas pendidikan tersebut tersebar di Palu, Donggala, Sigli dan Parigi Moutong," terang Sutopo.

Baca: Siswa Tidak Perlu Khawatir Ijazah yang Hilang

Untuk memastikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan, sebanyak 333 unit sekolah darurat dengan kapasitas 7 ruang sedang dipersiapkan. "20 unit tenda sedang dipersiapkan, 2 tenda darurat sudah terpasang, 1 unit tenda Standar UNICEF sudah didirikan di Patebo," sebutnya.

Sutopo juga menyampaikan, ada dana sebesar Rp245,6 miliar rencana bantuan yang akan dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Senin, 8 Oktober 2018, aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah sudah mulai berjalan.

"Beberapa sekolah yang sudah mulai aktivitasnya adalah SMPN 1 Palu, SMAN 1 Palu, SD 
Inpres, SMPN 6 Palu, SMPN 13 Palu, SMA PGRI Palu, SMAN 4 Palu," sebut Sutopo.


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA