Pemerintah Tak Menoleransi Koruptor

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 04 Dec 2018 11:17 WIB
pencegahan korupsi
Pemerintah Tak Menoleransi Koruptor
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.

Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan tak akan memberikan belas kasihan kepada pelaku korupsi. Pemerintah juga mengantisipasi bila ada koruptor yang membawa lari uang curiannya ke negara lain.
 
"Kita tidak memberikan toleransi sedikitpun pada pelaku tindak pidana korupsi yang melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri," kata Jokowi dalam Hakordia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.
 
Jokowi mengatakan pemerintah telah bersepakat dengan pemerintah Swiss untuk memerangi korupsi. Kedua negara juga telah menandatangani Mutual Legal Assignment (MLA) untuk mencegah pelarian uang korupsi ke luar negeri.
 
"MLA ini legal paltform untuk mengejar uang hasil korupsi dan money laundring yang disembunyikan di luar negeri," ujar dia.
 
Jokowi menegaskan,  pemerintah berupaya menggerus praktik korupsi. Salah satunya dengan membangun tata kelola dan sistem yang lebih baik.
 
Pemerintah, lanjut dia, mulai menerapkan sistem elektronik seperti e-tilang, e-samsat, e-procurement, e-budgeting, serta e-planning. Hal itu untuk mencegah praktik korupsi.
 
"Sistem pengaduan masyarakat seperti saber pungli, kita lihat sangat disambut masyarakat, lebih dari 36 ribu aduan dan masih banyak lagi inovasi yang kita lakukan bersama," ujar dia.

Baca: Pemerintah Terus Lawan Korupsi

Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018, tentang strategi nasional pencegahan korupsi. Menurut dia, itu bagian dari membangun sistem penjagaan yang lebih komprehensif dan sistematis.
 
"Perpres ini menempatkan KPK sebagai koordinator tim nasional pencegahan korupsi," ucap dia.
 
Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018, tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan, dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Peraturan tersebut dibuat untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam memberantas korupsi.




(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA