Mayoritas Penyebar Hoaks Penculikan Anak adalah Ibu-ibu

   •    Rabu, 07 Nov 2018 15:48 WIB
penculikan anakhoax
Mayoritas Penyebar Hoaks Penculikan Anak adalah Ibu-ibu
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Metro TV)

Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut mayoritas penyebar hoaks penculikan anak-anak adalah ibu-ibu. Hoaks yang disebar umumnya merupakan bentuk empati namun isi dari informasi 100 persen tidak benar.

"(Pelaku hoaks) penculikan anak ini justru saya heran. Banyaknya wanita, (terutama) ibu-ibu. Seolah memberikan empati tapi menambahkan narasi bohong," ujarnya dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 7 November 2018.

Dedi mengatakan sebagian besar pelaku hoaks hanya ikut-ikutan menyebarkan namun diikuti dengan penyertaan foto atau potongan video yang tidak relevan dengan isu penculikan. Tak lupa mereka juga mencantumkan peringatan agar para orang tua lebih hati-hati menjaga anak-anaknya.

"Sampai hari ini jumlah tersangka ada 16 orang. 13 orang yang memviralkan tentang penculikan anak, sisanya penyebar hoaks jatuhnya Lion Air," kata dia.

Dedi menyebut tren hoaks di media sosial kurun waktu tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. Polri mencatat, pada September 2018 meledak hoaks tentang kerusuhan di Mahkamah Konstitusi yang sebenarnya hanya merupakan bagian dari simulasi penanganan demonstrasi.

Kemudian pada Oktober 2018, publik dikejutkan dengan hoaks tentang bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Hoaks ini rata-rata didominasi isu kebencanaan yang potensinya lebih besar dari peristiwa aslinya. 

"November kita dikejutkan oleh hoaks penculikan anak dan kecelakaan Lion Air. Hoaks-hoaks ini berdampak buruk dan sangat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat," ungkapnya. 




(MEL)