Tidak Ada Telur Palsu

   •    Kamis, 22 Mar 2018 16:16 WIB
telur ayamhoax
Tidak Ada Telur Palsu
Ilustrasi telur. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko)

Jakarta: Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Sri Hartati menegaskan tidak ada telur palsu. Isu yang bergulir dan menyebar di media sosial tentang telur palsu dipastikan bohong.

"Sampai sekarang tidak ada yang melaporkan telur palsu. Telur ini produk ternak yang sempurna dan sulit untuk dipalsukan," ujarnya, dalam Newsline, Kamis, 22 Maret 2018.

Sri mengaku tidak bisa menyalahkan pihak yang menggulirkan adanya isu telur palsu. Ia berasumsi, penyebar berita bohong tentang telur palsu tidak memahami telur sebagai produk pangan yang sudah dibuat begitu sempurna oleh tuhan.

Dari video yang beredar, Sri mengatakan telur memang memiliki kerabang atau lapisan membran yang berbentuk seperti kertas atau plastik untuk melindungi isi telur. Kerabang tersebut bukan buatan manusia melain bagian dari telur yang terbentuk secara alami.

"Kalau yang dibuat untuk mainan mungkin bisa tapi saya yakin itu tidak bisa dikonsumsi," katanya.

Menurut Sri, asumsi bahwa telur yang beredar merupakan hasil produksi negara lain yang dimasukkan ke Indonesia tidak relevan. Impor, apalagi yang merupakan produk ternak tidak bisa sembarangan.

Pihaknya pun memastikan sudah melakukan uji laboratorium sampel telur yang diperoleh dari wilayah yang disebutkan menjual telur palsu. Hasilnya tidak ada telur palsu, yang ada hanya telur asli dengan kualitas berbeda.

"Jadi isu itu tidak benar. Di laboratorium kami uji lebih dalam lagi DNA dari telur, dan hasilnya ada DNA dari ayam. Kalau imitasi kan tidak mungkin ketemu DNA," tegasnya.

Sri mengatakan sama dengan produk lainnya telur pun memiliki kualifikasi kualitas sendiri yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Termasuk asal peternakan telur sampai dengan pakan yang diberikan.

Telur dengan kualitas terbaik atau yang disebut dengan mutu 1 tentu memiliki tekstur putih telur yang kental dan kuning telur yang lebih kenyal, bulat, dan mudah diambil. Sebaliknya, telur dengan kualitas kurang, bagian putih dan kuning telurnya akan lebih mudah pecah dan bercampur.

"Telur itu produk ternak ciptaan tuhan yang sempurna, bakal suatu kehidupan. Sampai saat ini kami tidak menemukan telur palsu, mudah-mudahan itu hanya ketidakpahaman masyarakat saja. Kalau pun ada silakan melapor," kata dia.




(MEL)