Penembakan di Nduga Tak Terkait Pembangunan Infrastruktur

   •    Rabu, 05 Dec 2018 13:46 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Penembakan di Nduga Tak Terkait Pembangunan Infrastruktur
Staf khusus presiden urusan Papua Lenis Kogoya. (Foto: Metro TV)

Jakarta: Staf khusus presiden urusan Papua Lenis Kogoya menyebut penembakan puluhan pekerja jembatan di Nduga, Papua, tak terkait pembangunan infrastruktur Trans Papua. Menurut dia insiden penembakan pasti dilatarbelakangi sesuatu yang mengusik keberadaan kelompok bersenjata.

"Saya mengatakan ini musibah, bukan karena ada proyek Trans Papua. Bahkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemerintahan Jokowi atau pembangunan di tanah Papua," ungkapnya melalui sambungan satelit dalam Metro Siang, Rabu, 5 November 2018.

Lenis mengatakan kasus semacam itu tidak hanya terjadi pada pemerintahan Jokowi melainkan sejak Indonesia merdeka. Gejolak masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan di Papua selalu ada karenanya tidak tepat jika ada yang berasumsi tindakan pemberontakan hanya terjadi pada era Jokowi.

"Bisa dikatakan sejak 2014-2017 sudah tidak ada penembakan yang sebelumnya rutin dilakukan. Kekerasan sampai bunuh orang itu tidak sembarangan (dilakukan) pasti dilatarbelakangi sesuatu misalnya kekecewaan atau kemarahan," ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman, Lenis menduga insiden penembakan dilatarbelakangi suatu tindakan pekerja yang dianggap mengusik kelompok bersenjata. Dia mencontohkan kasus serupa pernah terjadi di sekitar Puncak Jaya.

Masa itu, tutur lenis, ada orang asing yang memotret aktivitas upacara kelompok bersenjata di Puncak Jaya. Aktivitas semacam itu dianggap mengganggu dan tidak patut yang kemudian memicu kemarahan hingga aksi pembunuhan oleh kelompok bersenjata.

"Jangan-jangan ini juga yang terjadi di Nduga. Tanggal 1 Desember ada upacara kemudian kelompok ini difoto oleh mereka (pekerja), makanya dihabisi," kata dia.

Penyebab lain, kata Lenis, diduga proyek pengerjaan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aufrak, Nduga, tidak melibatkan masyarakat asli Papua yang tinggal di sekitar pembangunan. Bagaimana pun, masyarakat asli Papua juga butuh sentuhan dan dilibatkan dalam pembangunan.

Karenanya, tambah dia, siapa pun yang masuk wilayah adat terlebih yang berkategori merah wajib melibatkan masyarakat asli sekitar sebagai pengawas atau pekerja. Hal ini untuk mengantisipasi gejolak yang bisa ditimbulkan dari aktivitas yang dilakukan oleh orang luar.

"Makanya dicek dulu ada orang Papua tidak (yang jadi korban penembakan). Bagaimana pun mereka (penduduk asli Nduga) ingin dilibatkan. Kalau dilibatkan saya kira tidak akan terjadi penembakan," jelasnya.




(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA