Cuaca Buruk Hantam Pariwisata Kepulauan Seribu

Muhammad Al Hasan    •    Kamis, 03 Jan 2019 13:17 WIB
cuaca jakartacuaca ekstremcuaca buruk
Cuaca Buruk Hantam Pariwisata Kepulauan Seribu
Sejumlah kapal bersandar di dermaga di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.

Jakarta: Jumlah wisatawan ke Kepulauan Seribu selama libur Natal dan Tahun Baru 2019 menurun drastis. Hal ini disebabkan cuaca buruk yang melanda wilayah Ibu Kota.

"Turun 55 persen dari periode Natal ya, tanggal 22 (Desember 2018) sampai 1 (Januari 2019) kemarin," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu Cucu Kurnia kepada wartawan, Kamis, 3 Januari 2018.

Menurut dia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu pada periode itu hanya mencapai 18.663 orang. Padahal, di periode yang sama di tahun lalu, jumlah wisatawan mencapai 40.000 orang. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memang mengeluarkan imbauan agar warga menghindari area pantai. Ajuran itu keluar selepas tsunami di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018.

"Yang jelas pas tsunami itu cancelation banyak banget. Ya, ditambah cuaca lagi kurang baik, BMKG kan selalu nyiarin, cukup pengaruh," ucap Cucu.

Baca: BMKG Imbau Masyarakat Menjauhi Pantai

Ia menjelaskan selama periode itu, Kepulauan Seribu memang diguyur hujan dan diterjang ombak yang cukup tinggi. Namun, ia memastikan kondisi itu tidak membahayakan wisatawan dan warga.

Cucu memprediksi jumlah wisatawan kemungkinan akan kembali normal pada April mendatang. Pasalnya, musim angin muson barat yang menyebabkan ombak tinggi sudah usai. 

"Setelah April normal lagi, puncaknya biasanya pasti Juni-Juli habis Lebaran," tambah Cucu.




(OGI)