Sistem Zonasi

Tujuan Mendekatkan Jarak Siswa ke Sekolah Tak Tercapai

Intan Yunelia    •    Rabu, 11 Jul 2018 15:33 WIB
PPDB 2018
Tujuan Mendekatkan Jarak Siswa ke Sekolah Tak Tercapai
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, Medcom.id/Intan Yunelia

Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan tujuan sistem zonasi mendekatkan jarak siswa ke sekolah tidak tercapai di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.  Banyak siswa yang tidak diterima di sekolah negeri justru harus masuk sekolah swasta yang lebih jauh jaraknya.

Retno menjelaskan ada kasus siswa dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang bagus justru tak diterima di sekolah negeri. Hanya karena jarak rumahnya terpaut beberapa meter dari batas maksimal zonasi dari sekolah.

“Banyak orangtua yang mengeluhkan bahwa hasil perjuangan anaknya berbulan-bulan untuk UN jadi sia-sia. Maka akhirnya tujuan zonasi agar siswa sekolah dekat rumah tidak tercapai," ucap Retno di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu 11 Juli 2018.

Baca: Ganjar Usulkan Syarat Minimum Prestasi Selain SKTM

Sebagai contoh kuota penerimaan siswa baru 200 orang. Namun, jumlah pendaftar mencapai 500 orang. Sisanya tidak diterima hanya karena terpaut jarak saja.

“Siswa yang rumahnya radius 500 meter kalah oleh siswa yang radiusnya 499 meter,” terang Retno.

Menurut Retno, kebijakan sistem zonasi ini terkesan tanpa pertimbangan yang matang.  Sistem zonasi akan ideal diterapkan apabila jumlah sekolah negeri di setiap daerah sudah merata jumlahnya.

“Ada orangtua yang mengeluh, apakah salah beli rumah jauh di pinggiran kota dan tidak ada SMP negeri dekat situ dan anaknya pun gagal lulus PPDB,” tutur Retno.

Tak sedikit orangtua yang terlambat memasukkan anaknya untuk bersekolah ke sekolah swasta. Karena ketika pengumuman kelulusan sekolah negeri, pendaftaran bagi sekolah swasta sudah ditutup.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA