#BukuUntukIndonesia, Secercah Harapan Wujudkan Mimpi Anak Bangsa

Pelangi Karismakristi    •    Selasa, 05 Sep 2017 08:00 WIB
bukuuntukindonesia
#BukuUntukIndonesia, Secercah Harapan Wujudkan Mimpi Anak Bangsa
Gerakan #BukuUntukIndonesia tampil di program Kick Andy episode Membuka Jendela Dunia (Foto: Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian anak Indonesia terutama yang tinggal di pelosok daerah, kesulitan mengakses buku. Beruntung, masih ada segelintir orang yang mau berjuang dan berbagi agar anak-anak bisa mendapatkan buku bacaan yang layak, sekaligus menggerakkan minat baca dengan mendonasikan buku.
 
Salah satunya adalah PT Bank Central Asia (BCA) Tbk yang menggagas gerakan #BukuUntukIndonesia. Gerakan ini mengajak nasabah BCA dan masyarakat berdonasi sejumlah uang yang nantinya akan dikonversi menjadi buku dan dibagikan ke sejumlah sekolah dasar di Tanah Air.
 
Direktur BCA Santoso menjelaskan, meski gerakan ini baru digaungkan pada Maret 2017, animo masyarakat cukup tinggi. Hal tersebut tampak pada nilai donasi yang per Juli 2017, mencapai Rp1,1 miliar.
 
"Kalau sekarang sudah Rp1,6 miliar. Target kami, bisa sampai Rp2,5 miliar. Kami sangat bersyukur dan akan terus mengkomunikasikan penyerahan buku ini, agar program tersebut makin bermanfaat bagi masyarakat," ujar Santoso yang menjadi salah satu tamu dalam program Kick Andy episode Membuka Jendela Dunia.
 
Santoso menilai, sebenarnya anak-anak Indonesia tak kalah dengan anak-anak di luar negeri. Hanya saja para anak bangsa ini kurang fasilitas dalam meraih prestasi.
 
"Ini sering kami diskusikan, maka dari itu kami berharap akan banyak koorporasi yang mengikuti langkah kami. Ini sebagian kecil yang bisa dilakukan. Jika melihat langsung prestasi dan potensi anak-anak, mereka butuh uluran tangan kita," ucap dia.
 
Belum lama ini, BCA mendistribusikan buku ke Banda Aceh, Lampung, Singkawang, Makassar, Kupang, Manado, Garut, dan lainnya. Bank swasta terbesar di Indonesia ini sengaja menyentuh daerah pelosok supaya akses buku lebih merata.
 
"Kami rasa ingin membagikan buku agar bisa bermanfaat bagi anak-anak SD. Mereka sangat terbatas sekali. Maka kami berikan buku penunjang yang fokus pada pengetahuan, supaya mereka bisa mewujudkan cita-cita dan mimpinya," ucapnya.
 

(Foto: Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)

Setiap sekolah mendapat sekitar 200 paket buku. Buku yang dibagikan meliputi buku penunjang pelajaran, seperti buku pengetahuan, ensiklopedi, dan lainnya.
 
Santoso beberapa kali berkesempatan terlibat dalam pembagian buku ke sejumlah daerah. Dia bahagia melihat anak-anak antusias ingin segera membaca buku.
 
Oleh  karena itu, Santoso mengajak masyarakat Indonesia berdonasi melalui #BukuUntukIndonesia demi memberikan peluang anak-anak membaca buku. Donasi bisa dilakukan via cabang BCA terdekat maupun via online melalui website Blibli.com. Selain berbuat kebaikan, dengan berdonasi minimal Rp100 ribu, donatur akan mendapat satu kaos dryfit.
 
"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada nasabah, karyawan, dan masyarakat yang sudah berpartisipasi. Semoga ini bisa bermanfaat bagi bangsa," ujar Santoso.
 
Ditemui pada acara yang sama, Giring Ganesha menceritakan, beberapa waktu lalu ia terlibat dalam pembagian buku di Singkawang, Kalimantan Barat. Vokalis band Nidji ini sangat terkesan saat bertatapan langsung dengan anak-anak sekolah dasar yang gembiar mendapat buku.
 
"Saat di perjalanan, dalam hati saya bilang kok gak sampai-sampai. Tapi begitu sampai, rasa lelah hilang. Karena begitu kita kasih buku, mata anak-anak langsung berbinar," tutur Giring.
 
Giring mengapresiasi donatur yang telah menyisihkan uangnya untuk anak Indonesia. "Terima kasih sekali lagi kepada nasabah BCA yang telah mendukung #BukuUntukIndonesia. Saya mewakili anak-anak yang mendapat buku, mengucapkan terima kasih. Sebenarnya Anda sudah ikut mengubah hidup mereka, kelak kalau mereka sukses. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima," ucap Giring, disambut tepuk tangan penonton yang sebagian di antaranya merupakan nasabah prioritas BCA.
 
Pada program acara Kick Andy tersebut hadir pula sejumlah orang yang memiliki kepedulian terhadap literasi dan sangat inspiratif. Mereka adalah dua penulis muda berbakat. Nadia Shafiana Rahma yang masih berusia 13 tahun dari Bantul, Yogyakarta, telah menulis 27 buku. Satu lagi, Muthia Fadhila, menulis 37 buku dan beberapa kali menulis skenario film pendek.
 
Nadia mulai menulis cerita sejak umurnya 5 tahun dan mulai membuat buku ketika duduk di kelas 1 SD. Budaya membaca sudah menjadi bagian dari kesehariannya, saat itu dia pun diajarkan ayahnya untuk menulis menggunakan komputer.


(Foto: Metrotvnews.com/Pelangi Karismakristi)


Dirinya kerap mengikuti berbagai macam lomba menulis dan beberapa karyanya juga telah dimuat di surat kabar lokal. Dan pada usia 7 tahun, dia menulis buku berjudul Si Hati Putih dan dipamerkan di Frankfurt, Jerman, beberapa waktu lalu.
 
Sedangkan Muthia atau kerap disapa Thia juga sudah mulai menulis dari kelas satu SD. Hebatnya, pada saat dia kelas dua SD, sudah punya blog dan menceritakan kesehariannya di sana. Thia yang kini berusia 16 tahun pernah mendapat pin emas dari Kemendikbud kategori anak dan didapuk sebagai Dewan Etik Perwakilan Penulis Muda. Beberapa waktu lalu, dia juga berkesempatan mengunjungi Negeri Paman Sam untuk mengikuti sidang simulasi PBB yang diadakan Harvard University.
 
Ada juga komunitas 1001 buku yang membagikan buku ke banyak daerah marginal di seluruh pelosok negeri. Komunitas ini percaya bahwa dengan adanya buku berkualitas, anak-anak Indonesia akan punya wawasan lebih untuk menggapai cita-cita.
 
Selain itu, ada juga kiprah Komunitas One Home One Library yang digagas oleh seorang guru honorer bernama Andrianta dari Desa Kepek, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tujuannya adalah supaya orang-orang di desanya gemar membaca sehingga punya banyak pengetahuan.
 
Tiap dua minggu sekali dirinya bersama relawan di Taman Bacaan Masyarakat Kuncup Mekar membagikan buku ke tiap rumah di sana dan me-rolling buku dari satu rumah ke rumah lainnya. Buku itu diletakkannya di rak kecil yang terdapat di depan rumah warga.
 
Apakah Anda ingin meniru jejak orang-orang hebat ini? Mari biasakan membaca buku di mana pun Anda berada. Dan Anda juga bisa ikut serta dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Caranya, kunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi." Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan. Dengan berbagi minimal Rp100 ribu Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik.


(ROS)