Pemerintah Diminta Buka Pintu untuk Pengungsi Rohingya

Antara    •    Rabu, 13 Sep 2017 15:50 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Pemerintah Diminta Buka Pintu untuk Pengungsi Rohingya
Nurhayati Ali Assegaf-MI/Muhamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengungsi Rohingya yang terusir dari daerah Rakhine, Myanmar, diusulkan ditampung di Indonesia. Sebagaimana pernah dilakukan pemerintah Indonesia, terkait pengungsi perang Vietnam beberapa dekade lalu.

"Dulu kita pernah membuka satu pulau menerima khusus pengungsi Vietnam. Saya pikir sebagai negara demokrasi terbesar ketiga, ini harus segera dilakukan pemerintah, membuka Pulau Galang lagi atau pulau apapun untuk menerima pengungsi Rohingya di Indonesia," kata Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf dalam siaran persnya, Rabu 13 September 2017.

Nurhayati menyatakan hal tersebut setelah menerima perwakilan Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Thomas Vargas, di Gedung DPR RI, Jakarta. Menurutnya, ada sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya sudah tiba di Bangladesh dengan kondisi sangat memprihatinkan, akibat keterbatasan pasokan pangan, air bersih dan obat-obatan.

Baca: Pengiriman Bantuan Pengungsi Rohingya Dilakukan Bertahap

BKSAP DPR bersama-sama dengan UNHCR akan berkunjung ke Bangladesh untuk melihat langsung kondisi pengungsian. Nurhayati juga mendukung pernyataan PBB yang mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan status kewarganegaraan kepada etnis Rohingya. Serta akses bertempat tinggal sebagaimana tercantum dalam perjanjian HAM.

Sedangkan melalui diplomasi parlemen, ia juga mendorong semua parlemen berbagai negara untuk membantu menyelesaikan bencana kemanusiaan yang menerpa Rohingya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melepas bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi etnis Rohingya yang berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.

"Dengan mengucap 'Bismillahirrahmannirrahim' bantuan kemanusian dari Indonesia menuju perbatasan Bangladesh-Myanmar saya nyatakan diberangkatkan," kata Presiden saat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu.

Jokowi mengatakan Indonesia bisa memberangkatkan bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk para pengungsi dari Rahkine State, Myanmar, yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah RI mengirimkan lebih dari 20 ton bahan pangan sebagai bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh.


(YDH)

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

2 hours Ago

KPK meyakinkan, semua proses hukum sudah sesuai aturan berdasarkan alat bukti permulaan yang cu…

BERITA LAINNYA