Komisi IX Tegaskan Revisi UU Tenaga Kesehatan Belum Bisa Dilakukan

Anggitondi Martaon    •    Senin, 17 Oct 2016 18:19 WIB
berita dpr
Komisi IX Tegaskan Revisi UU Tenaga Kesehatan Belum Bisa Dilakukan
Komisi IX DPR RI menerima audiensi Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi). Foto: Metrotvnews.com/ Anggitondi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi IX DPR RI menerima audiensi Persatuan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi). Pada pertemuan tersebut, Persakmi meminta Komisi IX agar melibatkan pihaknya dalam pembahasan revisi UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan, pengajuan tersebut belum bisa dipenuhi, khususnya dalam hal revisi. Sebab, UU tersebut baru disahkan.

"Saat ini baru berjalan satu tahun dan PP-nya juga belum begitu banyak," kata Dede di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Politikus Demokrat itu menyampaikan, untuk amandemen UU Tenaga Kesehatan, pihaknya harus menunggu beberapa tahun. Hal itu dilakukan untuk melihat kelemahan-kelemahan atau dinamika yang berkembang saat UU‎ tersebut diterapkan.

"Oleh karena itu menunggu ini berjalan, paling sedikit dua, tiga ‎tahun, baru akan ketemu titik lemah," ‎ungkap dia.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan pilihan lain agar ‎Persakmi ikut memberikan pemikiran terkait tenaga kesehatan dalam hal regulasi. Di antaranya dalam pembahasan pembuatan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri (Permen).

‎"Maka kami usulkan sebaiknya kita dorong melalui pembentukan PP dan Permen," ujar Dede.


(ROS)