SBY: Maftuh Basyuni Lurus, Bersih, dan Amanah

Deny Irwanto    •    Rabu, 21 Sep 2016 23:32 WIB
obituari
SBY: Maftuh Basyuni  Lurus, Bersih, dan Amanah
Mantan Menteri Agama RI Maftuh Basyuni. MI/M. IRFAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dengan berbagai kalangan semasa hidupnya. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku, memiliki banyak kenangan dengan Almarhum di era pemerintahan Kabinet Kerja Jilid 1.

"Ya, sebagai seorang sahabat dan juga pernah bertugas bersama-sama Almarhum di pemerintahan, saya memiliki banyak kenangan dan kesan terhadap Almarhum. Di antaranya, adalah almarhum ini tokoh yang lurus, yang bersih, yang amanah," kata SBY di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).

Menurut dia, ketika memimpin pada eranya, tekad Almarhum untuk membuat tertib Kementrian Agama sangat nyata. Maftuh telah memberikan pelayanan terbaik kepada umat agama manapun selama lima tahun mengabdi sebagai menteri agama di era pemerintahan SBY.

"Lantas juga pandai menjaga silahturahmi dengan para pemimpin agama, baik agama Islam, maupun agama yang lain. Dan tegas ketika harus mengambil posisi. Posisi yang diharapkan masyarakat yang benar menurut akidah agama, terutama agama Islam. Beliau juga menjalin komunikasi dengan semua pihak, baik di dalam maupun di luar negeri," jelas SBY.

Selama menjadi Menteri Agama di era Presiden SBY, Maftuh juga pernah membebaskan 150 dari 300 warga negara Indonesia yang divonis hukuman mati di luar negeri. SBY sangat mengingat betul peran Maftuh tersebut.

"Lantas jangan lupa, disamping menjalankan tugas sebagai menteri agama, setelah itu Pak Maftuh, Almarhum, saya tugasi untuk memimpin satuan tugas. Tugas kemanusiaan untuk mendapatkan pengampunan atas 300 orang WNI yang dijatuhi hukuman mati di banyak negara. Utamanya di Timur Tengah, dengan timnya gigih bekerja, diplomasi. Karena beliau diplomat yang ulung, ke Saudi Arabia ke banyak negara. Dan hasilnya nyata," jelas SBY.

SBY melanjutkan, "Saya masih ingat di masa pemerintahan saya, 150 orang kurang lebih. Saudara-saudara kita yang divonis hukuman mati bebas dari hukuman itu. Itu adalah contoh prestasi nyata dari almarhum. Tentunya banyak sekali kenangan kami."


(OGI)

Video /