Mahasiswa UKDW Bertukar Pengalaman dengan Mahasiswa dari Jepang

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 14 Mar 2018 17:42 WIB
beasiswa osc
Mahasiswa UKDW Bertukar Pengalaman dengan Mahasiswa dari Jepang
Information & Sharing Session on Student's Life in Japan di UKDW. Foto: Dok. UKDW

Yogyakarta:  Sejumlah mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengikuti Information & Sharing Session on Student's Life in Japan. Mereka nampak antusias berdiskusi dengan tiga mahasiswa Wakayama University yang memaparkan soal keseharian dan kehidupan mahasiswa di Negeri Matahari Terbit itu. 

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Jejaring Robert Setio mengatakan bahwa event yang diselenggarakan oleh Biro Kerjasama dan Relasi Publik Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bekerjasama dengan Luna Friendship Association (LFA) ini, penting bagi mahasiswa UKDW untuk lebih mengetahui informasi soal beasiswa dan kehidupan di luar negeri, khususnya di Jepang. 

"Kami berharap mahasiswa dapat belajar lebih banyak dari Jepang, sebagai salah satu negara modern di Asia. Hingga nantinya mahasiswa UKDW siap berkompetisi dalam kancah internasional," papar Robert melalui keterangan tertulis.

Ketiga mahasiswa yang menjadi narasumber adalah Yuka Mori (Faculty of Education), Ryoko Ban (Faculty of Tourism) dan Eireno Nathanael Nugroho (Faculty of Economic) yang sekaligus menjadi pembicara sesi pertama. Eireno adalah mahasiswa asal Indonesia yang lama tinggal dan belajar di Jepang.  



Dia memperkenalkan tentang LFA yang merupakan asosiasi antara Jepang dengan Indonesia melalui cultural events, home-stays, cultural exchange dan study tours. Kemudian ia memaparkan mengenai gaya hidup mahasiswa Indonesia yang berada di Jepang, mulai dari transportasi yang sering digunakan mahasiswa, suasana ruang kelas mahasiswa, apartemen/asrama dengan berbagai fasilitasnya. Dia pun tak menampik bahwa biaya hidup di sana mahal, sehingga membutuhkan usaha lebih untuk bertahan hidup.

"Sebagian besar mahasiswa di Jepang melakukan kerja sampingan untuk menambah biaya hidup," tukas Eireno.

Eireno menambahkan ia merasa senang bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa UKDW. Ia berharap informasi tentang kehidupan di Jepang dapat membantu orang Indonesia yang akan pergi ke Jepang. Tak hanya itu, ia berharap dengan banyaknya orang Indonesia ke Jepang, budaya Indonesia semakin di kenal oleh masyarakat Jepang. 

Sedangkan pada sesi kedua diisi oleh Ryoko Ban yang memaparkan tentang profil Wakayama University. Perguruan tinggi ini memiliki empat fakultas yakni Faculty of Education, Faculty of Economics, Faculty of Systems Engineering, Faculty of Tourism. Tak hanya itu, dia juga berbagi infromasi mengenai tempat wisata yang terkenal Jepang. 

Pemateri terakhir adalah Yuka Mori yang menerangkan soal International Club Activity yang diikutinya yakni Wayakama ASEAN Project (WAP). WAP adalah kegiatan kerjasama internasional Wakayama Universisty  yang dilaksanakan di ASEAN. Tujuannya untuk membawa lebih banyak senyuman di dunia.

"International Club Activity sangat penting dan bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan tentang budaya, bahasa, dan kehidupan masyarakan di negara lain," tutur Yuka.    

Dengan terselenggaranya acara tersebut diharapkan mahasiswa yang tertarik untuk melanjutkan studi atau mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang bisa memperoleh ilmu yang bermafaat. Sehingga termotivasi dan bisa mempersiapkan diri lebih baik serta memberikan kesempatan mahasiswa untuk saling membuka jejaring. 



(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA