IDC Diminta Serahkan Seluruh Hasil Penggalangan Dana untuk Keluarga Zoya

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 07 Sep 2017 02:52 WIB
kekerasan
IDC Diminta Serahkan Seluruh Hasil Penggalangan Dana untuk Keluarga Zoya
Penandatangan antara Keluarga Almarhum Zoya dengan IDC. (Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu akun Facebook bernama Hartati Kasim membuat postingan yang menyebut adanya eksploitasi terhadap keluarga almarhum Muhammad Al-Zahra alias Zoya untuk menggalang dana. Keluarga almarhum Zoya dijanjikan akan dibelikan sebuah rumah. 

Metrotvnews.com mencoba menghubungi pemilik akun atas nama Hartati Kasim. Dalam keterangannya, Hartati turut bersimpati atas tragedi yang terjadi kepada almarhum Zoya. Bersama ketiga temannya, Hartati berinisiatif untuk mendatangi rumah keluarga almarhum dan menyumbangkan uang tunai senilai Rp6,5 juta. 

Namun sebelum menemui keluarga almarhum, salah satu teman Hartati keberatan. Pasalnya, dalam salah satu pemberitaan di media, istri almarhum mendonasikan Rp400 juta dari hasil penggalangan dana yang dihimpun Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC). Belakangan Hartati cs tetap menyambangi rumah keluarga almarhum. 

Saat menyambangi rumah almarhum, sang istri Siti Zubaedah menjelaskan dirinya dijanjikan akan dibelikan sebuah rumah. Zubaedah bercerita kepada Hartati bahwa dirinya tidak berani keluar rumah karena cibiran dari orang yang menduga dirinya menerima ratusan juta dari hasil donasi. Padahal, Zubaedah sama sekali belum menerima uang tersebut. 

"Jadi IDC membuka keran donasi atas nama tragedi Zoya. Semua donasi yang masuk ke situ itu semata-mata donasi ke Zoya. Itu rezeki anak yatimnya," kata Hartati saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu 6 September 2017.

(Baca juga: Istri Almarhum Zoya: Banyak Penggalang Dana Mengatasnamakan Saya)

Menurutnya, dari total donasi yang diperoleh sebesar Rp651 juta seharusnya diserahkan seluruhnya kepada keluarga almarhum. Yayasan IDC membuka keran donasi dengan menjual tragedi kematian almarhum Zoya.

"Alasan takut uangnya cepat habis itu bisa dalam bentuk tabungan jangka panjang, asuransi, deposito. Tidak dikasih sekaligus yang bisa diawasi bersama," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Yayasan IDC menjelaskan alasan pihaknya tak menyerahkan hasil penggalangan dana kepada keluarga almarhum Zoya. Ketua Yayasan IDC Mulyadi Abdul Gani menjelaskan, hasil penggalangan dana oleh yayasannya akan tumpang tindih dengan bantuan lainya. Sehingga sebagian dari total hasil penggalangan dana dialihkan.

"Pengalihan ini karena beberapa pertimbangan, antara lain pihak keluarga sudah menerima banyak bantuan tunai dari berbagai pihak," ujar Mulyadi. 

Ia juga menyebutkan hasil penggalangan sebesar Rp651 juta diluar target dan perkiraan. Awalnya pihak yayasan hanya menargetkan dana sebesar Rp50 juta. Dana tersebut akan diberikan untuk biaya kontrak rumah dan biaya persalinan calon anak kedua almarhum. Namun, rencana berubah setelah diketahui hasil penggalangan dana melimpah. 

"IDC berusaha menyalurkan bantuan yang lebih manfaat dan tidak tumpang tindih dengan bantuan yang lain. IDC tidak menyerahkan bantuan tunai Rp50 juta, melainkan bantuan rumah senilai Rp251 juta rupiah," jelasnya.

Hal itu pun sudah disepakati antara pihak keluarga dengan IDC dengan disaksikan kuasa hukum keluarga almarhum. Kesepakatan ditandatangani di atas meterai. 

(Baca juga: Alasan IDC tak Berikan Semua Hasil Penggalangan Dana ke Keluarga Zoya)

Metrotvnews.com, mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Abdul Chalim kuasa hukum keluarga almarhum. Chalim membenarkan kesepakatan soal bagi hasil penggalangan dana. Chalim menyebutkan jika istri almarhum hanya meminta dibuatkan rumah layak huni untuk keluarganya. 

Disepakati harga rumah senilai Rp251 juta. Sisanya senilai Rp400 juta, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada IDC mengelola dana itu untuk anak yatim lainnya. 

"Masih ada sisa maka dia gunakan kembali pahalanya untuk almarhum suaminya," ujarnya. 

Dalam kesepakatan itu pun tertulis, jika nantinya harga rumah layak huni di atas Rp250 juta, maka sisanya akan ditanggung oleh Yayasan IDC. Harga rumah layak huni yang akan dibeli fluntuatif harganya.

"Ternyata rumah yang layak nilainya lebih dari 250 juta maka kita akan meminta kekurangan untuk dibelikan rumah yang layak," jelasnya. 


(HUS)