Korban Kecelakaan Tol Cipularang Dikenal Rajin dan Ramah

Lis Pratiwi    •    Jumat, 19 May 2017 12:05 WIB
kecelakaan lalu lintas
Korban Kecelakaan Tol Cipularang Dikenal Rajin dan Ramah
Saniah, tetangga Nurbetty Simanjuntak, di Jakarta Barat, Jumat 19 Mei 2017--Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Nurbetty Simanjuntak (sebelumnya ditulis Nurbaeti), salah satu korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, dikenal sebagai pribadi yang rajin dan ramah. Hampir setiap hari Betty menyempatkan menyiram tanaman dan membersihkan pekarangan rumahnya.

Hal tersebut tetap dilakukan meski ia pulang larut malam. "Pulang mengajar masih nyapu," ujar tetangga korban, Saniah, di Jakarta Barat, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut Saniah, korban yang berprofesi sebagai guru selalu menyapu bahkan menyikat jalanan di depan rumahnya. Korban juga meminta maaf saat membersihkan jalanan. Sebab, takut mengganggu kenyamanan warga yang lewat. "Saya suka banget kalau sama Betty, bersih banget, ramah," tambah Saniah.

Keramahan korban terlihat dari cara bersosialisasi dengan tetangga. Saniah bercerita korban sering mendengarkan cerita tetangga yang sedang kesulitan dan memberi kalimat hiburan.

Baca: 10 Ruangan di Stasiun Klender Hangus Terbakar

Saat Natal tiba, korban tak jarang membawakan makanan untuk para tetangganya. Kabar meninggalnya korban dalam kecelakaan di Tol Cipularang mengagetkan para tetangga, tak terkecuali Saniah.

Saniah menjelaskan, sebelum mendapat kabar meninggalnya Betty, ada hal berbeda di lingkungannya. Biasanya pukul 22.00 WIB jalanan di sekitar rumah korban masih ramai, namun tadi malam kondisinya sepi bahkan sebelum pukul 21.00 WIB.

"Saya memang suka punya firasat sendiri, ternyata benar pukul 06.00 WIB tadi dapat kabar Betty meninggal,' katanya.

Bersama tetangga korban lainnya, Saniah berencana melayat jenazah korban di rumah duka di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat usai Duhur nanti.

Sebelumnya, kecelakaan beruntun melibatkan sepuluh kendaraan di Jalan Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Empat orang tewas, sementara itu, puluhan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan beruntun terjadi di jalan Tol Cipularang KM 91.300 arah Bandung menuju Jakarta, tepatnya di Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Kecelakaan melibatkan berbagai jenis kendaraan. Yaitu truk trailer bernomor polisi (nopol) B 9769 UIV, minibus Daihatsu Luxio bernopol D 1315 AAL, minibus Mazda bernopol B 1869 BIO, Isuzu Panter bernopol B 1929 WMH, dan minibus Freed bernopol B 8 FP.

Selain itu, microbus ELF City Trans bernopol D 7905 AM, minibus Toyota Avanza bernopol D 1055 NY, Toyota Yaris bernopol B 1480 FUC, bus Rencana Jaya bernopol F 7580 SD, serta Daihatsu Sirion bernopol B 1875 KZX.

Kecelakaan berawal saat truk trailer bernopol B 9769 UIV melaju di kondisi jalan lurus dan menurun dari arah Bandung menuju Jakarta. Sesampainya di Kilometer 91, sopir diduga hilang kendali sehingga mengambil lajur tengah.

Tiba-tiba, truk itu menabrak Luxio nopol D 1315 AAL yang sedang berada di lajur sebelah kanan beserta kendaraan minibus Mazda nopol B 1869 BIO dan Isuzu Panter. Kendaraan itu tidak bisa menghindar karena kondisi jalan menurun.

Mobil Isuzu kemudian menabrak kendaraan di depannya, Honda Freed. Honda Freed menabrak lagi kendaraan di jalur sebelah kiri yang sedang berhenti mengantre, yakni Microbus Elf City Trans, Toyota Avanza, serta Yaris B 1480 FUC, Sirion, dan Bus Kencana Jaya.


(YDH)