Penyalahgunaan SKTM

Kuota PPDB Jalur Siswa Miskin Harus Diberi Batas Atas

Citra Larasati    •    Jumat, 13 Jul 2018 14:07 WIB
PPDB 2018
Kuota PPDB Jalur Siswa Miskin Harus Diberi Batas Atas
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.

Jakarta: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan kepada Menteri Pendidikan dan kebudayaan agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jalur keluarga pra sejahtera menggunakan data kemiskinan  tunggal.  Selain itu perlu diterapkan batas atas kuota di jalur siswa pra sejahtera, agar tidak mengganggu hak peserta lain di jalur lain.

Ganjar mengatakan dirinya akan mengajukan usulan kepada Mendikbud, Muhadjir Effendy terkait pelaksanaan PPDB agar menjadi bahan evaluasi san perbaikan dalam PPDB tahun depan.  Salah satunya adalah usulan untuk menetapkan batas atas kuota jalur siswa pra sejahtera, sehingga tidak hanya ditetapkan batas minimum 20 persen saja, yang diketahui membuat perekrutan dari jalur ini membludak di sejumlah daerah.

Kuota tanpa batas atas ini diduga memicu terjadinya kecurangan dalam proses pendaftaran, di mana banyak orangtua siswa yang kemudian tergiur menyalahgunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar bisa diterima melalui jalur yang tidak menggunakan syarat nilai akademik ini.

"Batas atas harus ditentukan, saya akan usulkan kepada Mendikbud.  Jadi batas bawa yakni 20 persen ditetapkan pusat, kemudian batas atas ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing, disesuaikan dengan kondisi kemiskinan di daerahnya," papar Ganjar, dikutip dari program Metro Siang, Jumat, 14 Juli 2018.

Baca: 78.065 SKTM Palsu di Jateng Dibatalkan

Tidak hanya batas atas, Ganjar juga menilai perlu adanya penggunaan data tunggal kemiskinan di seluruh Indonesia dalam jalur siswa keluarga pra sejahtera di PPDB.  Data tunggal kemiskinan itu berasal dari data kemiskinan nasional yang kemudian dikonfirmasih daerah, lalu dikunci untuk digunkan secara resmi sebagai data masyarakat miskin.

"Data tunggal kemiskinan yang dikunci ini akan menjadi data acuan untuk digunakan sekolah dalam PPDB," tegas Ganjar.

Sebanyak 78.065 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai datanya dengan fakta di lapangan akhirya dibatalkan. Puluhan ribu penyalahgunaan SKTM itu digunakan untuk mendaftar di SMA dan SMK se-Jawa Tengah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA/SMK tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, jumlah daya tampung SMA se-Jateng yakni 113.325 dengan jumlah pendaftar 113.092. Jumlah peminat menggunakan SKTM yakni 62.456 dan setelah diverifikasi, tersisa 26.507. Sehingga masih ada kursi yang belum terisi untuk SMA.

Sedangkan untuk SMK negeri, jumlah pendaftar melebihi kuota yakni 108.460 dengan kuota 98.486. Pengguna SKTM sebanyak 86.436, yang masuk seleksi 44.320 atau sekitar 45 persen.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA