Tiga Program BAZNAS Sepanjang Ramadan 2018

M Studio    •    Rabu, 23 May 2018 22:46 WIB
BAZNAS
Tiga Program BAZNAS Sepanjang Ramadan 2018
(Foto:Dok.BAZNAS)

Jakarta: Sebagai bagian dari program Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberdayakan pendidikan mustahik anak-anak pemulung. BAZNAS juga memperkuat produk usahawan mustahik dengan mengadakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), serta menyebarkan program Teras Sehat untuk pelayanan medis gratis.

"Kami mengajak ratusan anak-anak pemulung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sumurbatu, Bantargebang, Bekasi, dalam paket Pesantren Ramadan. Kegiatan ini berlangsung selama Bulan Suci, mulai 21 Mei 2018,” ujar Kepala Bagian Dakwah dan Advokasi BAZNAS, Farid Septian, di Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Menurut ustaz alumni S1 Universitas Indonesia (UI) ini, untuk merekrut peserta, para mentor Pesantren Ramadan BAZNAS berkunjung ke rumah-rumah warga pemulung di TPA Sumurbatu. 

"Kita memberikan materi mentoring keagamaan dengan permainan edukatif yang disertai praktik membaca Iqro’, cara berwudu, salat, dan sebagainya,” ujar Farid yang menciptakan lagu dan membuat klip video Balada Nyanyian Anak Pemulung Bantargebang untuk para mustahik setempat.
 
Sementara itu, dalam rangka mengoptimalkan program pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), BAZNAS memberikan penyuluhan untuk usahawan mustahik. Pelatihan itu terkait penguatan produk pangan yang akan disuguhkan pada Bazar Ramadan di Plaza Semanggi, Jakarta.

"Makanan dan minuman adalah salah satu produk yang paling banyak dimiliki mustahik, hampir 40 persen. Karena itu, harus dilakukan berbagai upaya untuk memperkuat produk mustahik tersebut. BAZNAS berinisiatif melakukannya," ujar Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru, didampingi amil senior Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Gusri.

Menurut jebolah S1 Institut Pertanian Bogor (IPB) dan S2 di Durham Inggris ini, ada beberapa hal yang harus dijalankan usahawan mustahik. Pertama, melakukan pendaftaran dengan membawa surat permohonan, data sarana dan produk, contoh label produk dan persyaratan lainnya ke instansi terkait. 

Kedua, lanjut dia, pemilik atau penanggung jawab produksi mengikuti pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang antara lain berisi materi tentang regulasi pangan, Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), label dan iklan pangan dan sebagainya. “Bila nilai pre and post test lebih dari 60, maka peserta dinyatakan lulus dan berhak atas sertifikat PKP,” ucap dia. 

Ketiga, imbuh Randi, pemeriksaan sarana di rumah produksi oleh petugas dinas kesehatan (dinkes) setempat, dan verifikasi pemenuhan CPPB-IRT. “Barulah kemudian keempat, penerbitan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang berlaku lima tahun dan bisa diperpanjang,” kata dia. 

Randi memaparkan, sejalan dengan kegiatan Bazar Ramadhan BAZNAS pada 1-10 Juni 2018, sejumlah produk mustahik akan dipajang di Plaza Semanggi, Jakarta. “Karena itu, sebelum masuk etalase dan dihadirkan kepada publik, harus dilakukan proses penguatan kualitas produk mustahik. BAZNAS menggelar pelatihan PKP untuk beberapa produk terpilih dari berbagai mustahik sehingga diharapkan dapat disertfikasi dan layak dikonsumsi publik,” ujar dia.

Dia menambahkan, pelatihan PKP ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mustahik dalam memproduksi makanan dan minuman atau produk lain yang layak dikonsumsi masyarakat luas.

“Juga memperkuat keberlangsungkan produk-produk musthaik agar dapat layak dikonsumsi secara publik dan mendukung promosi produk-produk mustahik agar dapat menambah kepercayaan publik dan meningkatkan kesejahteraan mustahik,” ucap Randi. 

Dalam implementasinya, lanjut dia, BAZNAS mengindentifikasi 20 produk terbaik yang akan disertifikasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan selema sepekan 23-30 Mei 2018 pukul 08.00-17.00 WIB, di Ruang Pusdiklat BAZNAS, Jl. Kebun Sirih, Jakarta. 

“Narasumber adalah yang berkompeten dalam melakukan proses pelatihan, yakni Direktur Mutual Consulting, Intansuri Syafei, SE; 3 pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu Nur Allimah Yunita, Dina Mariana (Kasubdit Inspeksi Pangan Risiko Rendah dan Sedang dan Dra. Deksa Presiana, Apt., M.Kes (Kasubdit Standarisasi Keamanan Pangan); serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Abdul Rojak, MA.  

Di tempat terpisah, BAZNAS menyebarkan program pelayanan medis. “Teras Sehat tidak hanya ada di Jakarta, jaringan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) seluruh Indonesia juga bergerak,” ujar Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS, Ahmad Fikri.

Dia mencontohkan, RSB Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang melaksanakan aktivitas Teras Sehat di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan.

“Kegiatan berlangsung beberapa hari dengan melayani 54 warga, terdiri atas 17 laki-laki dan 37 perempuan. Kegiatan yang merupakan progran Unit Kesehatan Keliling ini dilakukan pukul 07.30-18.00 WITA dengan personel para dokter, perawat, bidan, ahli farmasi dan sebagainya,” ujar Fikri.

Pelayanan yang disuguhkan antara lain, penyuluhan tentang dyspepsia, pemeriksaan dan pengobatan gratis serta kunjungan ke rumah-rumah warga untuk proaktif memberikan servis medis. 

BAZNAS memiliki enam rumah sehat, yakni RSB Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung; RSB Jakarta, RSB Yogyakarta, RSB Sidoarjo, Jawa Timur; RSB Makassar, Sulawesi Selatan; dan RSB Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.


(ROS)