Sistem Zonasi Hilangkan Hak Anak Masuk Sekolah Negeri

Sejumlah Wilayah Zonasi Masih Minim Sekolah Negeri

Intan Yunelia    •    Rabu, 11 Jul 2018 14:30 WIB
PPDB 2018
Sejumlah Wilayah Zonasi Masih Minim Sekolah Negeri
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, Medcom.id/Intan Yunelia

Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah segera menepati janji untuk menindaklanjuti hasil pemetaan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.  Terutama janji pemerataan standar pelayanan minimum pendidikan, agar hak anak untuk mengenyam pendidikan tidak terlanggar, hanya karena masih minimnya daya tampung sekolah negeri di sejumlah daerah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mendorong pemerintah untuk segera memenuhi standar nasional pendidikan merata di seluruh sekolah di Indonesia. Terutama membangun sekolah-sekolah negeri baru di wilayah-wilayah zonasi yang sekolah negerinya minim.

“Sistem zonasi akan sangat bagus kalau sudah meratanya jumlah sekolah negeri di setiap wilayah/ daerah di Indonesia,” kata Retno di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu 11 Juli 2018.

Retno menguraikan, kebijakan zonasi yang diterapkan dalam PPDB tahun ini mengakibatkan banyak anak yang kehilangan hak nya untuk bersekolah di sekolah negeri. Sebab jumlah sekolah negeri di daerah tidak merata.

“Hal ini mengakibatkan anak-anak di wilayah yang tidak ada sekolah negeri terdekat akan kehilangan hak bersekolah di sekolah negeri,” kata Retno

Sebagai contoh,  di desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor salah satu desa terpadat di se-Kabupaten Bogor. Namun, tak memiliki SMP dan SMA Negeri di daerah tersebut.

Baca: Mendikbud: Bangun Sekolah Darurat Jika Mendesak

Akibatnya, anak-anak usia sekolah harus mendaftar di desa tetangga yang memiliki sekolah negeri. Ironisnya imbas aturan zonasi hanya bisa menampung 5 persen untuk siswa di luar zonasi.

“Selain Bogor, juga ada kelurahan dari Bandung, Bali, Gresik terkait ketimpangan jumlah sekolah negeri,” ucap Retno.

Sebaliknya, tidak meratanya jumlah sekolah negeri juga menyebabkan sejumlah sekolah negeri tidak mampu menampung jumlah peserta didik di zonasinya. Dikarenakan jumlah peserta didik di zonasi tersebut melebihi kuota penerimaan peserta didik baru.

“Dengan sistem zonasi, mungkin kuotanya sudah penuh untuk siswa yang rumahnya radius 500 meter dari rumah, bahkan kurang dari 500 meter,” tutur Retno.


(CEU)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA