9 Wilayah di NTT Terancam Kekeringan

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 07 Aug 2018 09:15 WIB
kekeringankemarau dan kekeringan
9 Wilayah di NTT Terancam Kekeringan
Ilustrasi kekeringan lagi, Medcom.id/M Rizal

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sembilan dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam kekeringan. Hal itu merupakan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III pada Juli 2018. 

"Wilayah NTT umummnya mengalami kategori hari tanpa hujan dengan kategori kekeringan ekstrem (lebih dari 60 hari)," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolinaris Geru, seperti di lansir Antara, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Selain itu, hasil analisis curah hujan Dasarian III Juli 2018, NTT mengalami curah hujan dengan itensitas rendah, yakni antara 0 hingga 50 milimeter. Namun, sebagian wilayah, seperti di Kabupaten Manggarai mengalami curah hujan dengan intensitas menengah, yakni antara 51-150 mm. 

"Prakiraan curah hujan dasarian I Agustus 2018 diketahui bahwa pada umummnya wilayah NTT diprakirakan memiliki peluang curah hujan 0-20 mm sebesar 70-90 persen," ujarnya.

Sembilan wilayah yang potensial mengalami kekeringan ekstrem tersebut yaitu sekitar Dampek/Lambaleda di Kabupaten Manggarai Timur, Danga, Kabupaten Nagekeo, Nanganio dan Sokorio di Kabupaten Ende, Stamet Maumere dan Waigate di Kabupaten Sikka, dan wairiang dan Wulandoni di Kabupaten Lembata. 

Kemudian, di sekitar Stamet Waingapu, Melolo, Temu Kanatang, Kawangu, Rambangaru, Lambanapu dan Kamanggih di Kabupaten Sumba Timur, lalu wilayah sekitar Busalangga, Feapopi, dan Batutua, Kabupaten Rote Ndao. 

Wilayah lainnya yakni Stamet Eltari, Sikumana, Mapoli, Bakunase, dan Oepoi di Kota Kupang. Terakhir wilayah Oekabiti, Lelogama, dan Sulamu di Kabupaten Kupang.


(AGA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA