Kamis, Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Dihentikan

Putri Anisa Yuliani    •    Selasa, 09 Oct 2018 16:04 WIB
Gempa Donggala
Kamis, Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Dihentikan
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Tim SAR gabungan secara resmi akan menghentikan evakuasi bersamaan dengan berakhirnya masa tanggap darurat tahap pertama pada Kamis, 11 Oktober 2018. Meski kegiatan evakuasi akan diakhiri, tapi masa tanggap darurat berpotensi dibuka tahap kedua jika masyarakat masih membutuhkan bantuan evakuasi.

"Untuk tanggap darurat bisa jadi dibuka atau diperpanjang kembali tergantung nanti hasil rapat gabungan yang akan digelar pada 10 Oktober," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa, 9 Oktober 2018.

Meski masa tanggap darurat sudah berakhir, pemerintah akan tetap memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat. Seperti bantuan medis, air bersih, pasokan bahan bakar serta pendampingan dari BNPB untuk distribusi bantuan serta logistik.

Baca: TNI: Korban Tewas Bencana Sulteng 1.944 Orang

Pada 11 Oktober itu juga, Sutopo menyebut masyarakat dan segenap pemangku kepentingan di Sulteng akan menggelar doa bersama. Hal itu untuk mengenang para korban yang hingga saat ini sudah ditemukan maupun belum ditemukan.

Hingga hari ini sudah sebanyak 2.010 korban meninggal dunia yang ditemukan.  Sebanyak 788 korban meninggal ditemukan tim sar dan 1.232 korban meninggal ditemukan masyarakat.

Sementara itu, ada 10.679 orang mengalami luka-luka, 671 orang hilang, dan 82.775 warga masih mengungsi. Lalu terdapat 67.310 rumah rusak, 99 fasilitas ibadah rusak, dan 20 unit fasilitas umum juga mengalami rusak.


(YDH)