Kemenkes Ingatkan Dampak Pertambangan Merkuri pada Kelainan Bawaan

Intan fauzi    •    Senin, 20 Mar 2017 15:05 WIB
pertambangan
Kemenkes Ingatkan Dampak Pertambangan Merkuri pada Kelainan Bawaan
(Dari kiri-kanan) Ahli Gizi, Dr. dr. Tan Shot Yen dan Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Eni Gustina. Foto: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingatkan soal bahaya merkuri di lingkungan pertambangan emas. Merkuri menjadi salah satu penyebab kelainan bawaan.

Direktur Kesehatan Keluarga Kememkes Eni Gustina mengungkapkan, merkuri memiliki dampak berbahaya pada bayi dan anak yang terpapar. Berbagai jenis kelainan bawaan bisa terjadi.

"Kelainan bawaan yang bisa disebabkam merkuri seperti kerusakan otak, cacat mental, gerakan tidak koordinasi, tidak dapat bicara, kebutaan, kejang-kejang, gangguan pemcernaan, dan gangguan fungsi ginjal," ujar Eni di Kantor Kemenkes, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 20 Maret 2017.

Eni menyebut, ada 850 pertambangan emas liar di Indonesia. Merkuri dalam jumlah besar dibutuhkan dalam penambangan emas. "Dan luar biasa dampaknya," ungkap Eni.

Dengan alasan faktor ekonomi, kebanyakan masyarakat tidak terima jika pertambangan tersebut ditutup. Eni mengatakan, Kemenkes sudah membawa permasalahan ini pada rapat terbatas yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

Peran Kemenkes, kata Eni, memberikan masukan pada kementerian lain soal dampak kesehatan. Masukan itu jadi bahan penggerak kementerian lain untuk ikut menutup penambangan liar.

"Kemendagri soal gimana perizinan, mesti diatur. Kepolisian apa yang mesti dilakukan. Berharap ke depan bisa ditertibkan," kata Eni.


(MBM)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA