Polisi Pastikan Insiden Kekerasan terhadap Wartawan Diusut Tuntas

Damar Iradat    •    Minggu, 12 Feb 2017 05:00 WIB
kekerasan terhadap wartawan
Polisi Pastikan Insiden Kekerasan terhadap Wartawan Diusut Tuntas
Martinus Sitompul. Antara Foto/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian menjamin bakal mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap wartawan saat meliput aksi 112. Kekerasan terhadap profesi jurnalistik tak dapat dibiarkan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kepolisian serius mengusut ini. Apalagi, pekerjaan wartawan juga dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

"Dari beberapa aksi yang dilakukan, (intimidasi) yang langsung kepada jurnalis baru kali ini ada tindak pemukulan. Tentu kita akan usut secara serius," kata Martinus dalam program Prime Time News di Metro TV, Sabtu, 11 Februari 2017.

Martinus mengakui, mengusut kasus kekerasan yang dialami reporter Metro TV Desi Fitriani dan kameramen Ucha Fernandez bukan perkara mudah. Sebab, pelaku bakal lebih sulit dikenali lantaran dilakukan saat pengerahan massa.

Namun begitu, polisi siap memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab. "Kita akan mulai dari penanggung jawabnya. Kita akan panggil, periksa, tanya banyak hal terkait dengan pemukulan tersebut," tegas dia.

Terkait insiden pemukulan, Desi dan Ucha telah melaporkannya ke Polres Jakarta Pusat. Keduanya juga sudah menjalani visum dan sempat dimintai keterangan.

Desi dan Ucha sempat diusir paksa saat meliput Aksi 112 di Halaman Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Saat dibawa keluar, keduanya sempat dipukul dan disiram air oleh massa.

"Sepanjang jalan itu kan kanan-kiri orang pada mukul. Mukul ke badan ke pinggang ke pundak. Kameramen saya juga dipukul," tutur Desi.

Kemudian, ada seseorang peserta aksi yang membawa bambu yang tadinya dipakai untuk mengibarkan bendera. Oknum peserta aksi itu lalu memukul bambu kepada Desi.

Akibat pukulan itu, Desi sempat terhuyung. Dia merasa kepalanya sedikit pedih. Begitu diperiksa, ternyata ada benjolan. Desi pun tak menyangka massa sampai nekat melakukan kekerasan.

"Sepanjang saya liputan demo dari pertama November 2016 sampai sekarang, biasa mereka cuma teriak-teriak atau dorong. Sekarang pada pakai kekerasan, mukul-mukul. Bahkan, pakai kayu bambu," pungkas dia.



(Des)

Di Balik

Di Balik "Nuwun Sewu" Ahok kepada Anies

21 minutes Ago

Salam berbahasa Jawa ini merupakan idiom yang bisa berarti "permisi' atau "maaf&q…

BERITA LAINNYA