Dompet Dhuafa Bangun Dapur Umum hingga Sekolah Ceria di Sumbawa

Nur Azizah    •    Selasa, 14 Feb 2017 03:12 WIB
kemanusiaanbencana banjir
Dompet Dhuafa Bangun Dapur Umum hingga Sekolah Ceria di Sumbawa
Tim Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa/Istimewa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bencana banjir tengah melanda Sumbawa dan Pandeglang. Sejumlah tim dari lembaga Kemanusiaan Dompet Dhuafa pun diterjunkan, salah satunya tim Disaster Management Centre (DMC).
 
Menurut Direktur DMC Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, DMC telah membangun posko sehat, dapur hingga balai pengobatan sementara di Sumbawa dan Pandeglang. Pada Senin, sedikitnya, ada tujuh kecamatan di Sumbawa yang mengalami dampak terparah.
 
Tujuh kecamatan itu adalah Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Utara, Utan, Alas, Empang dan Tarano. Minggu, 12 Februari 2017, DMC telah melakukan aksi bersih bersama sejumlah relawan dan Mapala Maras UTS
 
“200 paket logistic sudah dikirim, mendirikan Sekolah Ceria bersama 50 anak, pendirian Pos Hangat serta menyiagakan sarana untuk Evakuasi,” kata Syamsul dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.
 
Ia menyampaikan, logistiK telah disebar merata ke Dusun Pangeyar Balai Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir. Hingga hari ini, Tim DMC sudah mendukung kebutuhan di tiga Kecamatan di Sumbawa.

Di Kecamatan Sumbawa dengan Aksi Bersih dan Pengiriman Logistik, di wilayah Kecamatan Moyo Utara dilakukan berupa pengiriman logistik, mendirikan sekolah Ceria bersama puluhan anak, mendirikan Pos Hangat, hingga menyiagakan fasilitas evakuasi para korban banjir.
 
Sementara di Kabupaten Pandeglang, Banten, banjir menerjang ratusan rumah dan ratusan hektar sawah. Wilayah Padeglang yang terdampak parah terjadi di Desa Munjul, Kabupaten Pandeglang.
 
Tim DMC langsung bergerak serta mendirikan dapur umum, mendistribusikan 800 paket logistik, Hingga hari ini, hujan masih turun dengan intensitas sedang dan lebat.
 
Tim DMC beserta komunitas seperti Respek (Relawan Sosial Peduli Kemanusiaan) dan HVC (Honda Vario Club) Banten sedang mendata dan mendistribusikan 800 paket logistik ke masyarakat yang terkena dampak terparah.

(DHI)