Wapres: Yang Tahu Kebenaran Kasus Antasari Hanya Seorang

Farhan Dwitama    •    Sabtu, 26 Nov 2016 12:53 WIB
antasari azhar
Wapres: Yang Tahu Kebenaran Kasus Antasari Hanya Seorang
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Antasari Azhar saat ditanya wartawan. Foto: Metrotvnews.com/Farhan

Metrotvnews.com, Tangerang: Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi tamu spesial dalam acara syukuran kebebasan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, Sabtu 26 November 2016.

"Ada tulisan di-background mengatakan 'kebenaran pasti jaya' (Satyam Eva Jayante). Saya kutip saja itu. Tapi, yang mengetahui kebenaran itu cuma satu orang. Jadi, terserah saja itu. Walaupun itu masa lalu, harus kita selesaikan. Tapi, masa depan beliau (Antasari) juga harus kita pikirkan," kata Kalla, di sela-sela syukuran, di Hotel Grand Zuri, Bumi Serpong Damai, Sabtu (26/11/2016).

Meski begitu, Kalla yang datang bersama istrinya, Mufidah Kalla, menyerahkan sepenuhnya upaya mencari kebenaran ke Antasari. 

Kalla juga meminta pejabat publik belajar dari kasus yang menimpa Antasari. "Paling penting ini menjadi pelajaran bagi siapa saja. Bukan apa-apa, menurut saya, kebenaran harus terungkap. Supaya tidak terjadi lagi. Itu saja," kata dia.

Antasari berkomentar singkat menanggapi Kalla. "Jangan terlalu jauh ke sana dululah. Yang pasti, Januari ini saya mau umrah," ujarnya.



Selain Kalla, acara syukuran dihadiri mantan Wakil Jaksa Agung Darmono, para alumnus SMAN 7, sejumlah pengacara, kerabat, dan keluarga besar Antasari.

Sejumlah wartawan tetap penasaran mengapa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak diundang. Namun, Antasari tetap tak mau memberikan alasan. Antasari malah mengungkap kenapa dia mengundang Kalla.

"Beliau (Kalla) beberapa kali menjenguk saya saat di lapas. Beliau juga yang menjadi saksi pernikahan dua anak saya," kata Antasari.

Antasari Azhar menghirup udara bebas pada 10 November. Pria 63 tahun itu mendekam di penjara selama 7,5 tahun di rumah tahanan klas I Tangerang. Antasari divonis sebagai otak pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nazarudin Zulkarnaen. Dia dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.

Selama di penjara, Antasari merasa tak pernah melakukan kejahatan yang ditudingkan kepadanya.




(UWA)