Wapres Kalla Menduga Siti Aisyah Korban

Dheri Agriesta    •    Jumat, 17 Feb 2017 15:53 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Wapres Kalla Menduga Siti Aisyah Korban
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan hak suara pada Pilkada DKI Jakarta di TPS 3 Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Antara Foto/Wahyu Putro A/ama/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Siti Aisyah hanya korban dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Saat ini, Siti dalam pemeriksaan polisi Malaysia.

Kalla mendapatkan sejumlah informasi dari beberapa pihak terkait yang menangani masalah ini. Ia juga mengikuti perkembangan kasus pembunuhan Kim Jong-nam melalui media.

"Kalau dapat disingkatkan begini, apa yang terjadi di Kuala Lumpur (Siti) itu korban dari korban," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.



Siti Aisyah tertangkap kamera pengintai bersama seorang perempuan berada di dekat Kim Jong-nam sesaat sebelum meninggal. Sejauh ini, Kalla percaya, Siti hanya korban dari rekayasa atau penipuan.

Sehingga ia terlibat pembunuhan Kim Jong-nam. "Jadi Kim itu ya korban dari korban, karena ini Aisyah juga korban," tegas Kalla.

Ia ragu Siti Aisyah agen asing seperti dibicarakan banyak pihak. Kalla menilai, keputusan Aisyah kembali ke hotel dan tidur usai bertemu Kim Jong-nam, membuktikan ia bukan agen dari lembaga manapun.

Kalla curiga, Siti dijebak agar memberikan sesuatu kepada Kim Jong-nam, ternyata benda yang ia berikan tersebut racun. "Menurut saya seperti itu, korban dari korban. Berlapis korbannya ini," kata Kalla.


AFP

Pemerintah sudah mengirimkan tim khusus untuk menyelesaikan masalah Siti. Kementerian Luar Negeri fokus untuk mendapatkan akses konsuler terhadap perempuan asal Serang, Banten, itu.

Klik: Sebelum Dibunuh, Kim Jong-nam Hidup Tenang di Makau

Klik: Imigrasi Jakarta Barat Terbitkan Paspor Aisyah pada 2014


Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan, Kemenlu terus berkomunikasi dengan otoritas Malaysia untuk menemukan fakta dan data penting terkait keterlibatan Siti.

"Kita meminta yang paling pertama adalah akses konsuler terhadap warga kita, kemudian kita bisa melakukan pendampingan," kata Fachir di kantor Kemenko Polhukam.


(TRK)

Novanto tak Pakai Infus dan Oksigen Pascaoperasi

Novanto tak Pakai Infus dan Oksigen Pascaoperasi

1 hour Ago

Novanto pada Senin, 18 September 2017 diketahui telah menjalani operasi pemasangan ring jantung…

BERITA LAINNYA