DPR Minta HAM Dikesampingkan di Kasus Nduga

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 05 Dec 2018 11:33 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
DPR Minta HAM Dikesampingkan di Kasus Nduga
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakui Hak Asasi Manusia (HAM) harus diperhatikan dalam penindakan aksi kejahatan. Namun, Bamsoet meminta isu HAM dikesampingkan dalam menangani kasus penembakan di Nduga, Papua.

"Sekali lagi kita memang harus memperhatikan HAM. Tapi, untuk urusan keamanan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum dan pasukan kita harus bertindak tegas dan keras. Urusan HAM kita bicarakan setelah masalah itu selesai," kata Bamsoet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Baca: Istaka Karya: Karyawan Kami di Nduga 28 Orang

DPR mendukung langkah apa pun yang diambil aparat dalam menuntaskan masalah kelompok bersenjata itu. Tak terkecuali bila aparat melakukan tindakan represif.

"Apa pun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan itu, DPR pasti setuju. Yang dipentingkan DPR adalah menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan rakyat kita. Jangan sampai ada lagi korban warga yang jatuh. Berapapun ongkosnya," tegas dia.

Dia pun mendesak aparat segera menangkap pelaku penembakan di Distrik Yigi, Nduga. Sehingga, pelaku bisa segera dibawa ke pengadilan. Dia juga mendorong Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengerahkan pasukan elite di kesatuannya.

"Karena hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan dalam waktu dekat," ucap dia.

Bamsoet meminta aparat tak tanggung-tanggung dalam mengejar pelaku penembakan. Apalagi, tindakan pelaku sangat kejam, melebihi aksi terorisme.

Baca: Moeldoko Sebut Penembakan di Nduga Ulah OPM

DPR juga akan memanggil Hadi dan Tito untuk mendengarkan langkah-langkah yang sudah diambil dalam mengejar kelompok bersenjata tersebut.

"Ini melebihi gerakan teroris yang langsung merebut nyawa dengan tindakan sangat kejam, menyerang petugas secara terang-terangan. Ini tidak bisa dianggap lagi sebagai suatu peristiwa yang sepele," kata dia.





(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA