Sopir Bus Senang Ada Kebijakan Ganjil Genap

Dhaifurrakhman Abas    •    Senin, 12 Mar 2018 13:00 WIB
sistem ganjil genap
Sopir Bus Senang Ada Kebijakan Ganjil Genap
Ilustrasi termina bayangan Jatibening - ANT/Novandi Kusuma.

Jakarta: Pengemudi bus swasta mendukung pemberlakukan ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur. Pemerintah diminta mengalihkan penumpang menggunakan bus swasta yang sudah ada.

"Seharusnya pemerintah memberdayakan transportasi swasta yang sudah ada. Jangan ditambah dengan transportasi lain. Jadinya kita rugi," kata Bagus, pengemudi trayek Bekasi-Blok M, saat berbincang dengan Medcom.id, di terminal bayangan Jati Bening, Bekasi, Senin, 12 Maret 2018.

Harapan senada diucapkan Agus, 40, pengemudi bus trayek Bekasi-Pasar Senen. Dia sudah 10 tahun bekerja. 

Selama 10 tahun, Agus menyebut kini pendapatannya kian menurun. Sebab, makin bertambahnya moda transportasi menuju Jakarta.

"Program ganjil genap semakin enak karena jalanan menjadi lancar. Jadinya enggak stres nyetir. Tapi seharusnya pemerintah mengimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi yang sudah ada. Jangan ditambah dengan bus Transjabodetabek," tukas Agus.

Agus mengungkapkan, tekanan kerja bus swasta besar. Dalam sehari, Agus diwajibkan mengemudikan bus sebanyak 4 trip sehari melalui jalur Tol Jakarta-Cikampek. 

Tak cuma itu, dia juga mesti mencapai uang sewa Rp200 ribu dalam satu trip. Dia bilang, dengan jalan tol yang macet, dia tak mampu mencapai trip dan uang sewa yang diminta. 

(Baca juga: Sistem Ganjil Genap Buat Sopir Bus tak Stres)

Dia berharap dengan pemberlakuan ganjil-genap, pendapatan bisa naik lagi. Pemerintah juga diminta lebih peduli pada bus swasta. 

"Sebaiknya kendaraan kita yang diperbaiki. Diperbagus sama pemerintah. Semenjak adanya Transjakarta, jujur saja, pendapatan kita anjlok," keluh Agus.

Seperti diketahui, pemerintah tengah mencanangkan tiga paket kebijakan untuk mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Salah satu kebijakan tersebut adalah membatasi kendaraan pribadi atau golongan I dan II untuk mengakses jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol Bekasi Barat dan bekasi Timur. Kebijakan itu berlaku dari Senin hingga Jumat terhitung pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Untuk mendukung itu, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (PBTJ) telah menyediakan tambahan bus Transjabodetabek untuk menyokong pengemudi yang biasa mengakses Tol Jakarta-Cikampek. Penumpang dapat mengakses perjalanan dengan bus premium dengan tarif Rp20 ribu.

"Fasilitasnya colokan listrik, wifi, AC," kata Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, kepada wartawan.

PT Jasa Marga juga memberlakukan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) di Tol Jakarta-Cikampek. Lajur ini bisa digunakan untuk semua angkutan umum agar diharapkan bisa menarik minat pengendara untuk beralih menggunakan angkutan umum.

(Baca juga: Kantong Parkir Ganjil Genap di Bekasi Sepi)




(REN)