Jokowi Minta Penyaluran Rastra tak Terlambat

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 05 Dec 2017 13:16 WIB
rastra
Jokowi Minta Penyaluran Rastra tak Terlambat
Presiden Jokowi. Foto: MTVN/Panca Syurkani

Bogor: Presiden Joko Widodo meminta penyaluran program beras sejahtera (rastra) tidak terlambat. Sebab, dampak dari pemberian rastra ini sangat besar, khususnya untuk membantu warga miskin di Indonesia.

"Saya hanya ingatkan ini nanti di bulan Maret akan ada Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) yang jadi perhitungan angka kemiskinan. BPS juga akan bertanya apakah dalam empat bulan terakhir menerima rastra. Jangan sampai saya minta ada keterlambatan," kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksaan rastra dan program bantuan pangan non tunai di Kompleks Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 5 Desember 2017

Ia pun meminta pejabat terkait seperti Bulog, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko PMK Puan Maharani untuk mengikuti penyaluran rastra ini. Dengan begitu, bantuan beras ini sampai ke penerima manfaat tanpa terlambat satu hari pun.

Ia menjelaskan, program rastra ini ditujukan untuk 15 juta keluarga kurang mampu penerima manfaat. Bila keluarga penerima manfaat ada empat orang, lanjut dia, artinya rastra akan pengaruhi kehidupan 60 juta jiwa.

Ia menuturkan, anggaran yang digelontorkan untuk program ini juga banyak sekitar Rp21 triliun. Dengan biaya dan dampak besar itulah, lanjut dia, rastra ini harus benar-benar menjadi prioritas.

"Jangan sampai energi habis karena hal-hal yang kecil dan dampaknya kecil," ucap dia.

Ia menambahkan, penyaluran rastra telah diubah menjadi kartu sejak 2017. Hal ini telah diuji coba di 44 kota, melibatkan 1,2 juta penerima manfaat. Ia pun meminta perubahan ini dapat diperhatikan efektivitasnya sebelum dilakukan menyeluruh.

"Saya minta ini jangan ditambah dulu, dicek, dievaluasi dulu betul, supaya di lapangan berjalan baik," ujar dia.


(MBM)