ORI Disebut Langkah Efektif Mencegah Wabah Difteri

   •    Rabu, 06 Dec 2017 12:01 WIB
klb difteri
ORI Disebut Langkah Efektif Mencegah Wabah Difteri
Seorang bayi menangis saat imunisasi difteri di salah satu klinik kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta: Data berdasarkan laporan yang diterima oleh Kementerian Kesehatan sejak Januari 2017 menunjukkan bahwa ada sekitar 591 kasus difteri yang terjadi di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut 6 persen diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan menduga salah satu sebab mewabahnya difteri di sejumlah wilayah di Indonesia akibat adanya kesalahan dalam sistem pemerintahan. Data capaian imunisasi yang tinggi membuat pemerintah dan pihak terkait terlena dan tidak waspada.

Ia menduga ada sistem yang tidak berjalan tetapi tidak diantisipasi oleh pemerintah. Seperti munculnya kelompok antivaksin hingga tidak tercapainya program imunisasi yang seharusnya dilakukan di sekolah-sekolah atau ketidaklengkapan imunisasi dasar lengkap.

Kesalahan sistem ini menurut Aman membuat masyarakat tidak menyadari bahwa difteri yang sebenarnya sudah muncul sangat lama tetapi tidak banyak orang yang paham bahwa infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae sangat berbahaya, bahkan hingga menyebabkan kematian.

"Sistem kesehatan kita bisa runtuh hanya karena satu penyakit ini kalau Kita tidak aware. Tidak bisa hanya menyalahkan Kemenkes saja atau dokter anak atau tenaga kesehatan tapi seluruh sistem di negara ini harus waspada," ungkap Aman, dalam Selamat Pagi Indonesia, Rabu 6 Desember 2017.

Aman mengatakan memang pencegahan utama penularan difteri adalah dengan imunisasi. Namun ketika infeksi sudah mewabah maka yang harus dilakukan adalah outbreak respons immunization (ORI). ORI adalah tindakan pemberian imunisasi DPT, DT, atau Td kepada semua anak berusia kurang dari 15 tahun.

"ORI harus segera dilakukan di 20 provinsi itu karena Kita tidak tahu besok akan bertambah atau tidak. Seluruh elemen negara harus terlibat. Orang pertama di republik ini harus segera memerintahkan untuk itu," katanya.

Meskipun tidak semua daerah memiliki fasilitas memadai dengan stok vaksin yang cukup maupun bujet yang terbatas hal itu masih bisa diusahakan. Sebab yang paling penting untuk saat ini ORI harus segera dilaksanakan.

Aman mengatakan satu kasus difteri saja, pemerintah setempat seperti pemda atau dinas kesehatan wajib menetapkannya sebagai kejadian luar biasa.

"Yang paling rentan (tertular) saat ini anak, tapi dewasa juga ada. Dan dewasa ini lebih sulit karena mereka juga bisa menularkan. Jadi ORI harus segera dilaksanakan," jelasnya.




(MEL)

Opsi: Setnov Bicaralah! (2)

Opsi: Setnov Bicaralah! (2)

23 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA