Puluhan Penyu Diduga Mati karena Sampah

Dheri Agriesta    •    Selasa, 17 Apr 2018 14:57 WIB
satwa langkasatwa dilindungi
Puluhan Penyu Diduga Mati karena Sampah
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Foto: MI/Irfan

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menurunkan tim untuk meneliti peristiwa matinya puluhan penyu di Sambas, Kalimantan Barat. Puluhan penyu itu diduga mati karena memakan sampah di laut.
 
"Limbah yang paling banyak ditemukan di sana adalah sampai berasal dari udara, seperti dari Vietnam," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar saat berbincang dengan Medcom.id, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.
 
Siti mengatakan, ada kemungkinan penyu mati karena memakan sampah yang bertebaran di laut. Karena, sampah-sampah tersebut terlihat seperti cumi-cumi.
 
Dalam penelitian di lapangan, ditemukan cairan yang menyerupai aspal di bangkai penyu itu. Tapi, belum ditemukan kegiatan yang dicurigai menghasilkan cairan itu di tengah laut.
 
Dugaan sementara, cairan aspal itu berasal dari aktivitas pembersihan kapal tanker yang dilakukan secara ilegal. Kementerian LHK akan membuat sistem pengawasan terhadap aktivitas pencucian kapal tanker itu.
 
"KLHK akan bangun sistem pengawasan di tengah laut terhadap kapal-kapal yang cuci tangki dan buang limbah. Ini akan ada pertemuan dengan AL dan Bakamla," jelas Siti.

Baca: Kerusakan Lingkungan Diduga Penyebab Puluhan Penyu di Sambas Mati

Sebelumnya, kasus matinya puluhan penyu di Pantai Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, cukup mengejutkan. Matinya satwa 'penjaga lingkungan' itu diduga akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan di sekitarnya.
 
Kasubdit Pemanfaatan Jenis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nunu Anugrah mengatakan berdasarkan hasil nekropsi makroskopis, dalam bangkai penyu-penyu tersebut ditemukan cairan mirip dengan ter atau barang yang kerap digunakan untuk mengaspal jalan.
 
Nunu mengatakan pesisir Pantai Paloh Sepanjang 63 kilometer itu merupakan habitat persinggahan penyu terbesar di Kalimantan Barat. Kejadian matinya 21 ekor penyu dalam kurun waktu Februari-April 2016 adalah hal yang luar biasa.
 
Selain cairan ter dalam tubuh penyu, dugaan lain yang menyebabkan satwa-satwa tersebut mati adalah karena sampah yang termakan oleh penyu dan aktivitas pencarian ikan dengan alat tangkap yang tak layak.
 
Untuk mencegah semakin banyaknya kasus kematian penyu akibat kerusakan lingkungan, KLHK kata Nunu, akan melakukan konservasi terutama pada habitat yang merupakan jalur migrasi, habitat pakan, dan habitat peneluran.




(FZN)