UKWM Surabaya Gelar National Food Technology Competition

Intan Yunelia    •    Senin, 11 Jun 2018 17:27 WIB
Pendidikan Tinggi
UKWM Surabaya Gelar National Food Technology Competition
National Food Technology Competition (NFTC). Foto: Dokumentasi UKWM.

Jakarta:  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kembali menggelar National Food Technology Competition (NFTC). Kegiatan ini guna mewadahi dan memotivasi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan teknologi pangan.  

Ketua Pelaksana NFTC 2018, Teresia Imaculata mengatakan, NFTC merupakan kegiatan seminar serta kompetisi poster dan karya tulis ilmiah berskala nasional, yang digelar setiap tahun. NFTC 2018 kali ini mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Berbasis Bahan Pangan Lokal untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional”.

NFTC 2018 kali ini diadakan di area West Rotunda, Grand City Mall Surabaya. "Pada NFTC 2018, ada tiga expo pangan yang diperagakan proses pembuatannya, yakni Kwetiau Beras Hitam, Hash Brown Singkong dan Rainbow Noodle yang menggunakan pewarna alami, diantaranya daun suji, buah naga, kunyit dan karbon aktif," papar Teresia dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, 11 Juni 2018.

Teresia mengatakan, negara Indonesia memiliki beraneka ragam komoditas yang dapat digunakan sebagai sumber pangan. Namun, ketergantungan terhadap komoditas pangan tertentu menyebabkan Indonesia melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal yang ada, merupakan masalah yang harus diatasi. "Idealnya masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi beragam jenis bahan pangan serta perlu memanfaatkan bahan pangan lokal tersebut dengan baik," jelasnya.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal yang ada, untuk menghasilkan produk pangan yang lebih bervariasi dan berkualitas. "Mengoptimalkan bahan pangan lokal tidak melulu tugas para peneliti atau pemerhati pangan, namun generasi muda termasuk mahasiswa pun turut ambil peran,” terang teresia.

Pada Food Expo yang pertama, kata Teresia, telah menyajikan kreasi Kwetiau yang terbuat dari beras hitam. Beras hitam dipilih karena memiliki beragam manfaat diantaranya mengelola berat badan, rendah lemak dan kalori, mencegah penyakit kardiovaskular, hingga melancarkan pencernaan.

Pembuatan kwetiau beras hitam dilakukan oleh Catharina Jenny, Alvina Handoyo dan Rexy Dwi Akbar. “Sehingga dengan mengkonsumsi kwetiau beras hitam ini, ada beragam manfaat yang didapat oleh tubuh dan aman dikonsumsi bagi yang ingin memiliki bentuk badan ideal," terang Teresia.

Lagipula kwetiau ini bisa langsung dikonsumsi usai melalui proses masak. Tak ketinggalan pula, melalui inovasi ini kami ingin menunjukkan kalau beras hitam yang langu bisa dikreasikan menjadi kwetiau ,” ucap Rexy.
 
Kemudian, di Food Expo yang kedua, dilakukan demo pembuatan Hash Brown Singkong. Hash Brown yang umumnya dibuat dari bahan kentang, kini memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu singkong.

Tim yang beranggotakan Martha Christina, Maria Marcella dan Fransiscus Sabatino memilih singkong karena selama ini pemanfaatan singkong cenderung untuk jajanan tradisional seperti singkong rebus, singkong goreng, jemblem, kripik dan lainnya. “Dengan pemanfaatan singkong menjadi hash brown akan meningkatkan nilai ekonomisnya, sehingga inovasi untuk singkong pun bisa beragam. Walaupun menggunakan singkong, baik rasa dan tekstur tak kalah nikmat dengan hash brown berbahan kentang,” kata Maria Marcella.

Terakhir, Food Expo yang dipertontonkan adalah pembuatan Rainbow Noodle yang menggunakan pewarna alami diantaranya daun suji, buah naga, kunyit dan karbon aktif. Tim yang terdiri dari Sicilia Liem, Noval Pebri dan Jane Nathania ini memilih Rainbow Noodle karena makanan warna warni lebih menarik secara visual dan menjadi tren makanan di tahun 2018.



 


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA