Janazah Teroris di Surabaya tak Diakui Keluarga

Antara    •    Rabu, 16 May 2018 20:51 WIB
Teror Bom di Surabaya
Janazah Teroris di Surabaya tak Diakui Keluarga
Polisi memgevakuasi Pegawai Negeri Sipil dari Polrestabes Surabaya setelah terjadi ledakan, Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara/Didik Suhartono.

Surabaya: Jenazah teroris pelaku bom bunuh diri hingga kini belum diambil oleh keluarganya. Salah satu keluarga bahkan tidak mengakui jenazah tersebut.
 
"Hingga hari ketiga, belum ada keluarga atau saudara yang mau mengakui jenazah yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera dikutip dari Antara, Rabu 16 Mei 2018.
 
Padahal, kata Barung, pihaknya telah menghubungi keluarga atau saudara jenazah tersebut. Salah satunya paman dari anak berinisial AIS, 8, anak perempuan pelaku teroris bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.
 
"Paman AIS ini sudah datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, bahkan pamannya mengakui kalau AIS ini ponakannya. Tapi paman AIS tidak mau mengakui kalau orang tua AIS adalah saudaranya. Sehingga, kita tidak mungkin memaksa untuk tes DNA," kata Barung.
 
Pihaknya meminta keluarga atau saudara terduga teroris bernama Dita, Anton, dan Tri Murtiono, segera datang ke RS Bhayangkara untuk mencocokkan data sekunder dengan jenazah.

Baca: Pelaku Peledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya Kerap Ceramahi Warga

Setelah ada kecocokan, maka jenazah bisa diambil untuk kemudian dimakamkan. "Ini merupakan pengumuman terakhir sebelum langkah selanjutnya, apakah akan dikuburkan atau bagaimana," katanya.
 
Polda Jatim akan memberi batas waktu hingga tujuh hari ke depan terhitung sejak Senin 14 Mei agar keluarga atau saudara terduga teroris segera datang ke RS Bhayangkara.

"Jika sampai waktu yang telah ditentukan belum ada keluarga yang mengambil jenazah, maka kita akan serahkan ke pemerintah setempat apakah akan dimakamkan oleh pemeritah atau seperti apa," katanya.




(FZN)