Napiter asal Makasar Meninggal di Nusakambangan

Ilham wibowo    •    Senin, 09 Jul 2018 10:54 WIB
narapidanaterorisme
Napiter asal Makasar Meninggal di Nusakambangan
Lapas NusaKambangan. Foto: MI/Liliek Dharmawan.

Jakarta: Muhamamd Basri, narapidana terorisme (napiter) asal Makassar, Sulawesi Selatan, dinyatakan meninggal dunia oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Jawa Tengah. Penyakit kompilasi Basri kambuh saat menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pasir Putih, Nusakambangan. 

"Karena kegagalan fungsi jantung akut, penyakit paru obstruksi kronis, diabetes, dan gagal nafas, sesuai dengan surat keterangan kematian dari RSUD Kabupaten Cilacap," ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol M Iqbal melalui pesan singkat, Senin, 9 Juli 2018. 

Iqbal menjelaskan Basri sempat mendapatkan penanganan serius selama tiga hari oleh tim dokter lapas. Rujukan dengan dasar surat izin berobat No: W13.PAS.PAS24.PK.01.07.01-84 diberikan lantaran kondisi pria kelahiran 1965 itu kian memburuk. 

"Kondisi kritis kurang lebih pukul 22.00 WIB dinyatakan oleh dokter RSUD bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia," ucap dia. 

Baca: Pengawasan Residivis Kasus Terorisme Dinilai Lemah

Jenazah warga RT 01 RW 02 Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Bringkanaya, Kota Makassar ini telah diterbangkan ke kampung halamannya. Serah terima dilakukan secara resmi dari jajaran lapas kepada keluarga. 

"Pada Minggu 08 Juli 2018 sekira pukul 08.45 WIB bertempat di halaman lobi ruang jenazah RSUD Kabupaten Cilacap telah dilaksanakan serah terima jenazah," papar Iqbal. 

Muhammad Basri alias Abu Saif ditangkap Densus 88 Antiteror pada 2015. Ia disebut terlibat dalam jaringan ISIS. Vonis delapan tahun penjara diberikan lantaran percobaan pembunuhan terhadap Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan saat itu. 



(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA