UIII untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat Global

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 05 Jun 2018 11:54 WIB
pendidikan
UIII untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat Global
Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan UIII. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat global. Dia mengaku pembangunan kampus menjadi pertanyaan setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII.

"UIII memang dibangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik di bidang pendidikan tinggi Islam," kata Lukman dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembanguanan UIII, di Depok, Jawa Barat, Selasa, 5 Juni 2018.

Selain itu, jelas dia, pembangunan kampus ini untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam internasional. Sebagaimana tecermin dari namanya, UIII dibangun di atas tiga nilai dasar yang akan mewarnai keseluruhan aktivitasnya.

Tiga nilai dasar itu yakni nilai-nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai-nilai keindonesiaan. Nilai dasar itu dinilai menjadi pembeda dengan kampus Islam lainnya. Kampus ini juga hanya membuka magister dan doktor.

"Berbeda dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, tugas dan fungsi UIII tidak hanya sebagai penyelenggara proses belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat semata. Lebih dari itu kampus ini dimaksudkan sebagai upaya kita untuk membangun peradaban Islam Indonesia dan mengkontribusikannya bagi peradaban global melalui jalur pendidikan," jelas dia.

Ia mengatakan UIII tidak hanya akan memiliki fakultas dan perpusatakaan. Kampus ini juga akan dilengkapi dengan pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat reservasi ragam artefak dan manuskrip Islam nusantara.

Fasilitas itu diberikan agar visi misi kampus ini menjadi pusat peradaban Islam Indonesia tercapai. Pemerintah ingin mengubah perbincangan dunia internasional tentang peradaban Islam. Pasalnya, selama ini jika dunia internasional membincang peradaban Islam, yang selalu mengemuka ialah peradaban Islam Arab, peradaban Persia atau peradaban Turki tanpa menyebut peradaban Islam Indonesia.

Baca: Pembangunan UIII Rampung 2022

"Padahal sejarah peradaban Islam kita telah melewati rentang waktu yang amat panjang. Serta telah mewariskan satu karakter yaitu Islam wasathiyah yang terbukti andal mengembangkan nilai-nilai Islam dalam lingkungan budaya yang plural dan toleran," ujar dia.

Politikus PPP itu menambahkan, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, peradaban Islam di Indonesia menjadi pusat perhatian dunia. Menurut dia, secara umum dunia mengapresiasi muslim Indonesia yang memiliki kemampuan mengelola keragaman budaya, menjaga toleransi, keharmonisan antarwarganya, serta terbuka terhadap nilai-nilai dan universal demokrasi dan hak asasi manusia. 

"Hal ini telah berhasil mengikat dunia muslim untuk belajar dan mengambil inspirasi dari Indonesia," kata dia.



(OGI)