Pendidikan Pranikah akan Jadi Syarat Pernikahan

Indriyani Astuti    •    Jumat, 11 Aug 2017 11:44 WIB
perceraianpernikahan
Pendidikan Pranikah akan Jadi Syarat Pernikahan
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan calon pengantin harus mengikuti pendidikan pranikah sebelum ke pelaminan. Keberadaan aturan ini dilatarbelakagi tingginya angka perceraian. Rencananya, pendidikan pranikah akan diselenggarakan Kantor Urusan \(KUA).

"Grafik (perceraian) terus meningkat. Adanya kecenderungan generasi muda menganggap pernikahan sesuatu yang biasa saja. Di sini terlihat hilangnya kesucian dari pernikahan yang seharusnya dimaknai dengan baik sehingga tetap terjaga," kata Lukman saat menghadiri pembukaan acara koordinasi penguatan fungsi agama dalam pembangunan nasional di Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurutnya, telah terjadi degradasi pemaknaan terhadap pernikahan di kalangan generasi muda. Hal ini menyebabkan perceraian menjadi sesuatu yang lumrah.

Nantinya, calon pengantin diberikan edukasi wawasan dan pemahaman yang cukup mengenai perkawinan. Menag menginginkan kursus pengantin didorong  menjadi syarat pengajuan pernikahan.

"Bagi pasangan yang ingin menikah nantinya harus punya sertifikat pendidikan pranikah. Kesiapan finansial penting, tapi kesiapan pemahaman terkait umah tangga juga tak kalah penting," ujarnya.

Pendidikan pranikah sudah dilaksanakan di 16 provinsi di Indonesia. Menag mengakui untuk saat ini belum semua wilayah melaksanakan program ini karena keterbatasan anggaran.

Dalam kursus pranikah, pasangan calon pengantin mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kerumahtanggaan, hak dan kewajiban suami-istri, serta hal-hal lain yang menyangkut hubungan secara vertikal dan horizontal termasuk.

"Kursus akan memberikan pengetahuan cara mengatasi permasalahan yang terjadi di rumah tangga atau manajemen konflik," kata Lukman.


(UWA)