Kronologi Bayi Pasien BPJS Meninggal karena Ditolak 7 RS

Lis Pratiwi    •    Rabu, 14 Jun 2017 06:01 WIB
bpjs kesehatan
Kronologi Bayi Pasien BPJS Meninggal karena Ditolak 7 RS
Kiri-kanan: Keponakan Bu Reny, Aldian Juliari - Kakak Bu Reny, Listianti, dan anak kedua bu Reny Rivaldi Nabban Saputra, 3. Foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Reny Wahyuni, 40, harus merelakan kehilangan anak ketiganya yang baru lahir. Bayi perempuan itu meninggal akibat terlambat mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. Padahal, ia merupakan anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kejadian bermula saat Reny yang tengah hamil delapan bulan kontrol ke Rumah Sakit Taman Harapan Baru (THB) Bekasi. Kondisi Reny kurang fit. Darah tingginya kumat. Pihak rumah sakit menyarankan Reny untuk segera bersalin.

"Masih delapan bulan karena ibunya darah tinggi jadi mau enggak mau harus dikeluarkan bayinya," ujar keponakan Reny, Aldian Juliari, kepada Metrotvnews.com, Selasa 13 Juni 2017.

Namun, tiga hari setelah dirawat Reny tak kunjung dioperasi. Pihak rumah sakit beralasan menunggu tekanan darah pasien normal dulu. Sayangnya hingga Jumat 9 Juni 2017 tekanan darah pasien tak membaik.

Pihak rumah sakit pun akhirnya memanggil keluarga pasien dan mengatakan tidak bisa menangani Reny karena tidak memiliki inkubator untuk memfasilitasi bayi saat lahir nanti.

"Tiga hari tidak ada penanganan apa pun dari THB. Mereka bilang mau tunggu sampai tekanan darah tingginya turun, tapi malah makin tinggi," tambah Aldi.

Baca juga: Ditolak 8 Rumah Sakit, Bayi Peserta BPJS Kesehatan Meninggal

Sabtu pagi 10 Juni, keluarga Reny pun akhirnya diberi surat rujukan ke RSUD Kota Bekasi, namun gagal karena kamar Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit penuh.

"Pihak THB telepon ke RSUD tapi katanya di sana penuh. Akhirnya kami disuruh cari sendiri," keluh Aldi.

Sejak pukul 10 pagi, Aldi bersama suami Reny berkeliling ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi. Setidaknya ada enam rumah sakit swasta yang didatangi, yakni RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, dan RS Hermina Bekasi.

Sayangnya, semua rumah sakit menolak dengan alasan sama, yakni ruang ICU sedang penuh. Aldi mengatakan, karena merasa diabaikan pihak RS THB, Reny memilih pulang.

Sabtu 10 Juni 2017, sekira pukul 03.00 WIB, Reny pulang ke kediamannya di Perumahan Pejuang Pratama Bekasi. Tapi, pukul 08.00 WIB Reny kembali dirujuk ke RS Koja, Jakarta Utara.

Menurut Aldi, pihaknya sempat ragu untuk ke RS Koja karena berada di Jakarta. Sementara BPJS yang dimiliki ada di wilayah Bekasi. "Ternyata di Koja diterima, bahkan langsung ditangani," tambahnya.

Reny pun akhirnya melahirkan pukul 20.00 WIB. Namun, kendati sempat menangis saat dilahirkan, beberapa menit bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia.

"Kata dokternya kenapa tidak segera ditangani sejak awal di THB," jelas Aldi.

Aldi menambahkan, keluarganya menyatakan kecewa dengan pelayanan rumah sakit di Bekasi dan meragukan keterangan ketujuh rumah sakit yang mengatakan ruang ICU penuh di saat bersamaan.


(MBM)

KPK Tegaskan Penuhi Aspek Hukum dan Medis dalam Penanganan Novanto

KPK Tegaskan Penuhi Aspek Hukum dan Medis dalam Penanganan Novanto

8 minutes Ago

KPK menegaskan sudah bertindak sesuai prosedur terhadap Setya Novanto. 

BERITA LAINNYA