Tayangan saat Sahur & Berbuka Puasa Dikritisi

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:45 WIB
siaran televisi
Tayangan saat Sahur & Berbuka Puasa Dikritisi
Hidayat Nur Wahid. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Program Ramadan tahun ini mesti lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, lebih memaknai bulan suci. Selama ini, tayangan televisi saat sahur dan berbuka puasa lebih banyak mengumbar canda tawa.

Kritik terhadap program televisi saat Ramadan disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. "Tayangan menjelang buka dan sahur membuat orang lupa dengan doa," kata Hidayat dalam diskusi siaran Ramadan di kantor KPI, Jakarta, Jumat 21 April 2017.

Menurut Hidayat, tayangan yang lebih menonjolkan keislaman akan memperkukuh jati diri bangsa. Hidayat mengatakan, tujuan siaran televisi sesuai Undang-Undang 32 Tahun 2002 antara lain menguatkan jati diri bangsa.

Kebanggaan bangsa jelas tercoreng jika siaran di layar kaca menunjukkan kekonyolan. Hidayat prihatin dengan para komedian yang berperan sentral di tayangan televisi.

"Mereka punya anak, punya bapak dan ibu, saya yakin anak atau bapak atau ibu mereka malu," sebut Hidayat.

Plt Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muhammad Tambrin mengingatkan, tayangan Ramadan jangan sampai mengusik persatuan seperti mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

"Di antara persoalan yang sering memunculkan konflik adalah diskriminasi dan pelecehan atas suku, agama, ras, dan golongan tertentu," kata Tambrin.


(TRK)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA