Istri Teroris Maute Masih Berkewarganegaraan Indonesia

Sonya Michaella    •    Minggu, 12 Nov 2017 12:00 WIB
terorismeterorisme di filipina
Istri Teroris Maute Masih Berkewarganegaraan Indonesia
Paspor Minhati Madrais. Foto: Istimewa

Bogor: KJRI Davao telah menyelesaikan proses identifikasi biometrik wajah dan sidik jadi dari Minhati Madrais, istri teroris Omarkhayam Maute yang diciduk Kepolisian Filipina, 5 November lalu.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, identifikasi dilakukan untuk memastikan apakah Minhati masih WNI atau sudah menjadi warga negara Filipina.

“Hasil identifikasi tersebut menunjukkan kesamaan data dengan data paspor yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Karawang pada Januari 2012. Dengan kata lain Minhati masih WNI,” kata Iqbal di Bogor, Minggu 12 November 2017.

Baca: Menelusuri 'Jejak' Istri Pimpinan ISIS Marawi di Bekasi

Iqbal menegaskan, saat ini fokus dari timnya dan juga KJRI Davao adalah keenam anak Minhati yang ikut tertangkap pekan lalu. Kendati demikian, dipastikan bahwa keadaan Minhati dan keenam anaknya dalam kondisi yang baik.

“Tim KJRI Davao juga saat ini masih berada di lokasi penahanan Minhati di Iligan City untuk terus memastikan bahwa keenam anak Minhati mendapat perlakuan baik selama ibunya menjalani proses hukum,” ungkap Iqbal.

Baca: WNI Diduga Istri Teroris Maute Ternyata DPO Kemenhan Filipina

Menurut data yang diperoleh, enam anak Minhati terdiri dari empat anak perempuan dan dua anak laki-laki. Anak tertua lahir di Mesir pada 2005 silam sementara anak bungsu lahir di Marawi tahun ini.
 
“Tiga dari keenam anak Minhati pemegang paspor ganda, Indonesia dan Filipina,” tutur Iqbal.

Baca: Polisi Dalami Jaringan Minhati dan Ilham

Minhati ditangkap pada 5 November kemarin oleh Tim Gabungan Armed Forces of the Philippines (AFP) dan Philippine National Police (PNP), sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Ia ditangkap beserta dengan empat anak perempuan dan dua anak laki-laki.

Suaminya, salah satu pimpinan kelompok militan Maute, Omar Khayam Maute, dinyatakan telah tewas dalam operasi militer Filipina di Marawi.
 
Menurut catatan imigrasi Filipina, Minhati tiba di Manila tahun 2015. Paspor Minhati pun dinyatakan sudah habis masa berlakunya pada Januari 2017.

 Dalam penangkapan, beberapa barang bukti turut disita, seperti empat buah blasting Cap, dua buah detonating cord dan satu time fuse.


(ALB)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

2 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA