BIN Nilai Penyerangan Mapolres Dharmasraya Terencana

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 13 Nov 2017 05:08 WIB
teroris
BIN Nilai Penyerangan Mapolres Dharmasraya Terencana
Salah satu gedung di Mapolres Dharmasraya yang terbakar karena ulah dua pelaku terduga teroris. Foto:Istimewa.

Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) menilai aksi pembakaran dan serangan di Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, dilakukan secara terstruktur dan terencana. Ada jaringan besar yang mengendalikan aksi mereka.

Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto mengatakan penyerangan di Mapolres Dharmasraya sudah disiapkan dengan matang. Aksi ini berbeda dengan serangan yang didasarkan kehendak sendiri dan individual.

"Dia pasti tidak sendiri, pasti ada yang mengendalikan kalau lone wolf cenderung sendiri. Mereka fight sendiri dan bergerak sendiri. Kalau lihat dari gerakan dia, yang pasti pengamatan lebih dulu," kata Wawan saat dihubungi dalam Primetime News Metro TV, Minggu 12 November 2017.

Pelaku terlihat memanfaatkan kelengahan petugas dengan melakukan serangan pada dini hari. Wawan menyebut, Sumatera Barat bukan target khusus buat pelaku penyerangan. Serangan dilakukan secara acak berdasarkan pehitungan dan persiapan yang matang. 

"Mereka akan memutar wilayah mana yang mereka anggap memungkinkan setelah dipelajari sedemikan rupa untuk jam dan hari Hnya. Target itu bisa plan A, plan B dan plan C. Tampaknya ini pasti ada tim yang merencanakan dibalik ini semua," jelas Wawan. 

Sebelumnya, Markas Polres Dhamasraya Sumatera Barat diserang dua orang tidak dikenal. Seluruh bangunan Mapolres ludes terbakar. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, peristiwa terjadi dini hari Minggu 12 November sekitar pukul 02.45 WIB. Api diduga berasal dari ruangan belakang Mapolres.

Personil piket SPK Mapolres Dhamasraya melihat gumpalan asap tebal. Seketika petugas coba memadamkan api sembari mencari pertolongan. Sekitar pukul 03.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres Dharmasraya untuk memadamkan api yang masih berkobar. 

Saat proses pemadaman, seorang anggota polisi melihat dua orang mencurigakan membawa busur panah di dekat lokasi. Anggota polisi, kata Rikwanto, langsung melakukan pengepungan. Kedua orang berbaju hitam itu coba melawan dengan melesatkan sejumlah anak panah. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun mereka bergeming. 

Polres Dharmasraya Sumatera Barat memastikan serangan dan aksi pembakaran terkait dengan aksi terorisme. Indikasi tersebut diperkuat dengan ditemukannya simbol-simbol ISIS di jasad kedua pelaku yang dilumpuhkan petugas.


(DRI)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

1 hour Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA