Marsekal Hadi Tekankan Ancaman Dunia Baru dan Terorisme

Ilham wibowo    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:50 WIB
panglima tni
Marsekal Hadi Tekankan Ancaman Dunia Baru dan Terorisme
Mersekal Hadi Tjahjanto saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI - Medcom.id/Ilham Wibowo

Jakarta: Calon tunggal Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mencatat sejumlah ancaman yang perlu dihadapi untuk menjamin keutuhan NKRI. Hadi menyampaikan itu saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi I DPR. 

Hadi menuturkan tatanan dunia baru dalam konstalasi global kontemporer berpotensi mengancam ketahanan dan pertahanan negara. Negara adidaya, kata dia, tak lagi dipandang memiliki pengaruh penuh terhadap keamanan global. 

"Seiring melemahnya hegemoni negara super power sebagai akibat pengaruh kekutan ekonomi baru seperti China, Rusia, India, dan Brazil, tatanan dunia saat ini telah menjadi baru yaitu unimultipolar," kata Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017. 

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu menjelaskan ancaman saat ini tak selalu berasal dari sebuah negara. Adanya aktor-aktor non negara yang membawa kepentingan kelompok yang dikemas dalam wujud ideologi, agama, suku hingga ekonomi turut menyimpan potensi ancaman. 

(Baca juga: Presiden Yakin Hadi Mampu Membuat TNI Lebih Profesional)

"Wujud nyata dari realitas ini adalah munculnya instabilitas di beberapa kawasan yang sedianya berada dalam kendali seperti di Timur Tengah, Irak dan Suriah. Termasuk ISIS di Filipina dan krisis nuklir di Korut," papar dia. 

Tatanan dunia baru juga berkaitan dengan potensi ancaman terorisme. Bahkan, terorisme kerap dijadikan alat untuk menguasai suatu wilayah yang berujung pada perang melibatkan pihak ketiga seperti di Irak dan Suriah. 

"Terorisme sebagai ancaman global dan ditempatkan sebagai musuh bersama yang harus diperangi," ucap Mantan Sekretaris Militer Presiden Joko Widodo ini. 

Hadi melanjutkan, ancaman terorisme juga semakin kompleks lantaran ditunjang dengan arus globalisasi informasi yang tak bisa dibendung. Terorisme kemudian ikut berkembang menyebarkan pengaruhnya ke berbagai negara. 

"Melalui berbagai media sosial dan jaringan media internet lainnya, host dari teroris telah mampu secara cepat menyebarkan pengaruh dan bahkan mengaktifkan sel tidur atau pun simpatisannya di seluruh dunia demi mendukung kepentingannya," ucap Hadi. 

(Baca juga: Hadi Tjahjanto Diminta Buat TNI Semakin Disegani Negara Lain)


 


(REN)

Asep Iwan: Proses Hukum Terus Berlangsung Meski Setnov Bungkam

Asep Iwan: Proses Hukum Terus Berlangsung Meski Setnov Bungkam

4 minutes Ago

Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menerangkan bahwa drama apapun tak akan mengganggu proses …

BERITA LAINNYA