STIP Pernah Janji tak Ada Kekerasan

Nur Azizah    •    Rabu, 11 Jan 2017 16:59 WIB
penganiayaan di stip
STIP Pernah Janji tak Ada Kekerasan
Amirulloh Adityas Putra. Foto: Facebook

Metrotvnews.com, Jakarta: Nurul Arifin menyayangkan masih ada kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara. Padahal, pihak sekolah berjanji tidak ada lagi penganiayaan terhadap siswa di sekolah kedinasan itu.

Nyatanya, Amirulloh Adityas Putra, keponakan Arifin, menjadi korban, dini hari tadi. Amirulloh tewas di tangan seniornya. Data di kepolisian, ini kasus ketiga di STIP.

"Waktu ada pengarahan dari sekolah, orangtua Amirulloh datang. Sekolah menjamin tidak akan terjadi kekerasan dari pihak STIP," kata Arifin berbicara kepada Metrotvnews.com, Rabu (11/1/2017).

Amirulloh tidak pernah cerita pernah mengalami kekerasan selama menimba ilmu di STIP. "Mungkin kalau ditampar atau push up sudah biasa," imbuh Arifin.

Arti kekerasan di STIP lebih dari itu. Selasa malam, empat senior tingkat dua antre memukuli Amirullloh di bagian perut, dada, dan ulu hati. Amirulloh tak kuasa menahan jap terakhir yang dilayangkan WH. Ia ambruk di dada WH. Menurut Arifin, tubuh Amirulloh penuh lebam.

Pada 2014, STIP juga jadi sorotan setelah Dimas Dikita Handoko, 18, siswa tingkat I, meninggal juga di tangan senior. Enam teman Dimas selamat dengan cidera di beberapa bagian tubuh.


(TRK)

Luhut: Memangnya Saya Dewa Bisa Loloskan Novanto

Luhut: Memangnya Saya Dewa Bisa Loloskan Novanto

9 hours Ago

Luhut pun membantah menemani Novanto untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdan…

BERITA LAINNYA