Metro News

Psikis Individual Dapat Memicu Perilaku Agresif pada Anak

   •    Senin, 03 Apr 2017 10:50 WIB
kekerasan fisikkasus pembunuhan
Psikis Individual Dapat Memicu Perilaku Agresif pada Anak
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Sosial Devie Rahmawati menilai kondisi psikis dalam diri seseorang dapat mendorong perilaku agresif untuk melakukan kekerasan. Tak hanya pada orang dewasa, anak-anak juga berpotensi melakukan tindak kekerasan.

Devie mengatakan dari sekian banyak penelitian yang dilakukan oleh berbagai negara, sedikitnya ada tiga faktor yang mendorong anak berperilaku agresif, melakukan kekerasan, bahkan menghilangkan nyawa seseorang. 

"Faktor sosial, keluarga, dan media. Faktor eksternal tadi yang bisa memengaruhi anak untuk melakukan tindak kekerasan," ungkap Devie dalam Metro News, Minggu 2 April 2017.

Menurut Devie, faktor sosial berkaitan dengan lingkungan tumbuh kembang anak di awal kehidupan yang tidak baik. Hal itu diperburuk dengan pola asuh negatif yang diberikan orang tua, yang kemudian memengaruhi kehidupan awal anak dan membentuk cara berfikirnya hingga dewasa. 

Selain faktor sosial dan keluarga, media juga disebut-sebut berkontribusi dalam membentuk perilaku anak. Devie mencontohkan kasus pembunuhan yang melibatkan siswa SMA Taruna yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca juga: AMR Mengaku Sakit Hati pada Krisna

Dilihat dari pola pembunuhan, kata Devie, pelaku menusukkan benda tajam ke leher korban. Pola pembunuhan tersebut biasanya terjadi di adegan kekerasan yang ditayangkan oleh media maupun video game. 

"Saya melihat walaupun harus memerlukan penelitian lebih lanjut, faktor media cukup kuat. Menurut datanya 90 persen tayangan film dan 60 persen video game juga mendorong tindak kekerasan. Mereka mengamati, meniru, dan memodifikasi," ungkap Devie.

Sementara itu, jika dilihat dari lokasi, Devie tak sepakat jika pola pendidikan asrama yang memberlakukan disiplin tinggi dan pengawasan ketat memicu anak melakukan kekerasan. Menurut Devie, pola pendidikan demikian merupakan wadah yang positif untuk membentuk perilaku anak. 

Devie melihat, kekerasan yang dilakukan oleh salah satu siswa terhadap siswa lainnya justru berasal dari perilaku dasar anak yang sudah ada sebelum anak masuk sekolah asrama. 

"Di sana justru suasana kondusif karena diajarkan saling menghormati sesama rekan dan orang yang lebih tua. Sekolah demikian memiliki nilai postif tinggi sehingga model ruang kekerasan untuk masuk ke sana sangat kecil celahnya," jelas Devie.




(MEL)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA