Masyarakat Diminta tak Khawatirkan Dampak Equinox

Damar Iradat    •    Minggu, 19 Mar 2017 23:47 WIB
equinox
Masyarakat Diminta tak Khawatirkan Dampak Equinox
Fenomena equinox terlihat dari langit Kota Denpasar, Bali, Senin (21/3/2006). Antara Foto/Fikri Yusuf/pd/16

Metrotvnews.com, Jakarta: Fenomena Equinox bakal menyambangi Indonesia. Namun, masyarakat diminta tidak terlalu mengkhawatirkan dampak fenomena tersebut. Equinox merupakan fenomena di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mengkhawatirkan dampak Equinox," kata Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Miftahul Munir, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 19 Maret 2017.

Pernyataan Munir sekaligus menjawab isu pesan berantai di media sosial terkait fenomena Equinox yang akan melanda Singapura, Malaysia, dan Indonesia selama lima hari ke depan. Dalam isi pesan, dampak Equinox yakni meningkatnya suhu hingga 40 derajat celcius.

"Saat ini suhu udara rata-rata 27 derajat celcius, dan saat Equinox, suhu diperkirakan antara 32 hingga 34 derajat celcius. Sehingga, masih dalam suhu normal," jelas dia.

Fenomena Equinox bakal terjadi dua kali dalam satu minggu, yakni pada tanggal 20-21 Maret, dan 22-23 September 2017. Ia menjelaskan, posisi Kalimantan Selatan (Kalsel) terletak pada Lintas Selatan antara dua sampai empat derajat, sehingga matahari tepat di atas Kalsel terjadi sebelum 20 Maret dan sesudah 23 September.

Ia juga menjelaskan, tidak ada pengaruh suhu yang signifikan. Suhu panas yang terjadi saat ini lebih dikarenakan fenomena akibat gelombang MJO lewat yang menekan turunnya hujan di pertengahan Maret.

Munir menekankan, fenomena alam ini merupakan peristiwa biasa akibat bumi mengelilingi matahari, dan dampak yang paling jelas adalah panjang siang dan malam sama di seluruh muka bumi. Selain itu, Equinox juga tidak sama dengan fenomena HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah, yang mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan tahan lama.

"Equinox di Indonesia terjadi satu hari dan tahun ini terjadi pada 20 Maret 2017 pukul 17.29 WIB dan 23 September 03.02 WIB, sehingga di Kalsel sudah malam.


(SCI)